kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Musim haji, penjualan avtur Pertamina naik 10%


Rabu, 19 Oktober 2011 / 16:22 WIB
ILUSTRASI. Kontainer berisi vaksin Covid-19 tiba dengan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (6/12/2020) malam.


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Musim naik haji membawa berkah tersendiri bagi PT Pertamina (Persero). Kebutuhan lalu lintas udara yang tinggi pada musim haji ini membuat penjualan avtur Pertamina meningkat 10% dari biasanya.

M.Harun, Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan Pertamina, mengatakan, umumnya penjualan avtur Pertamina sekitar 9.000 kilo liter. Ketika musim naik haji saat ini penjualan avtur mencapai 10.000 kl.

"Kita sudah siapkan cadangan avtur dari kilang kita sendiri dan sebagian kecil dari impor," jelas Harun.

Selain dari kebutuhan bahan bakar penerbangan untuk ibadah haji, peningkatan penjualan avtur juga berasal dari penjualan di luar negeri.

Semakin banyak maskapai Indonesia yang terbang ke luar negeri, Pertamina dipastikan ikut menikmati rezekinya dari penjualan avtur."Setiap ada destinasi di luar kita yang menyuplai cadangan avtur," ujarnya.

Sebelumnya, Manajer Pemasaran Aviasi Pertamina, Eldi Hendri, mengatakan, total penjualan avtur Januari-September 2011 mencapai 2,48 juta kiloliter atau naik 11% dari penjualan periode yang sama tahun lalu yaitu 2,23 juta kiloliter.

Dari total penjualan tersebut, mayoritas penjualan avtur untuk kebutuhan domestik yaitu sebesar 786 ribu kiloliter. Sementara itu, tahun ini Pertamina menargetkan penjualan avtur mencapai 3,3 juta liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×