kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

November, produsen susu Anlene akan naikan harga


Jumat, 18 Oktober 2013 / 22:25 WIB
ILUSTRASI. Kesehatan usus perlu dijaga dengan cara mengenali sinyal bahwa usus berada dalam kondisi kotor dan perlu untuk dibersihkan.


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika membuat produsen susu impor berencana untuk menaikan harga jual produknya. Salah satunya yaitu PT Fonterra Brands Indonesia. Rencananya perseroan pada November atau bulan depan, akan menaikan harga jual untuk beberapa produknya. Salah satunya yaitu Anlene.

"Melemahnya nilai tukar dollar ini berdampak pada kami yang masih mengimpor susu Anlene dari Malaysia. Sebenermya beberapa produk susu jenis apapun sudah naik, tapi kami menaikan harga sedikit mulai bulan November 2013," tutur Arief Tjakraamidjaja, Marketing Manager Fonterra Brands Indonesia, Jumat (18/10).

Saat ini Fonterra Brands Indonesia memang belum memproduksi susu di Indonesia. Pasalnya pabrik susu Fonterra baru akan selesai dibangun dan bisa digunakan pada 2014. "Untuk susu bubuk dari Fonterra, kami masih join pabriknya di Malaysia jadi kami masih impor. Tapi untuk susu cair kami produksinya disini join dengan Dimond," imbuhnya.

Arief mengklaim bahwa pelemahan nilai tukar ini tidak akan membuat produk susu Fonterra yang di impor dari Malaysia naik drastis. "Kenaikan harga tidak akan mencapai 10%," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×