kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

OLX mulai cari pendapatan dari pemasang iklan


Jumat, 22 Januari 2016 / 12:54 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. OLX, gabungan dari situs iklan baris Tokobagus dan Berniaga, kini sudah mulai mencari pemasukan uang dari para pemasang iklan.

Sudah sekitar 10 tahun (sejak masih Tokobagus), situs tersebut menggratiskan layanannya. Baru pada November 2015 lalu hingga sekarang, mereka mulai menerapkan layanan iklan dengan tarif tertentu.

Tapi dengan catatan, hanya iklan properti saja yang bakal dipungut bayaran. Sedangkan iklan lain, misalnya gadget dan otomotif, masih bisa ditampilkan gratis.

"Ini khusus untuk properti saja, tapi tak di semua iklan. Jadi di properti bisa iklan gratis 10 kali, lalu di iklan ke 11 pengiklan mesti bayar. Kita bebankan biaya Rp 50 ribu, begitu juga iklan ke 12 dan seterusnya," terang PR dan Marketing Communication Manager OLX Indonesia, Hermanto saat bincang bersama KompasTekno, Kamis (22/1/2016).

Sundulan berbayar

Hermanto menambahkan, strategi monetisasi lainnya adalah dengan mematok tarif sebesar Rp 5.000 untuk pengiklan yang ingin iklannya berada di baris teratas atau sistem "sundul".

Penempatan iklan baris di OLX memang bergantung pada banyak atau tidaknya iklan yang masuk di satu hari. Tanpa disundul, satu iklan bisa terlihat selama kurang lebih 30 menit dengan masa kadaluarsa 21 hari.

Menurut Hermanto, model monetisasi tersebut sudah menghasilkan pendapatan meski belum signifikan. Selanjutnya OLX masih akan menggodok model lainnya.

OLX sendiri beroperasi di sejumlah negara selain Indonesia, dan sebagian sudah mulai melakukan monetisasi layanannya. Contohnya adalah OLX Uni Emirat Arab.

Seperti dikatakan Hermanto, di Negeri Padang Pasir itu segmen properti menjadi sumber pemasukan signifikan bagi OLX.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×