kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.430   -72,10   -1,11%
  • KOMPAS100 837   -10,78   -1,27%
  • LQ45 635   -7,04   -1,10%
  • ISSI 226   -2,21   -0,97%
  • IDX30 355   -3,52   -0,98%
  • IDXHIDIV20 433   -3,32   -0,76%
  • IDX80 95   -1,21   -1,25%
  • IDXV30 120   -1,23   -1,01%
  • IDXQ30 113   -0,83   -0,73%

Onduline Bidik Cuan dari Proyek Sekolah Rakyat, Permintaan Tumbuh 70%


Rabu, 26 Agustus 2026 / 14:37 WIB
Onduline Bidik Cuan dari Proyek Sekolah Rakyat, Permintaan Tumbuh 70%
ILUSTRASI. Nindya Karya Tuntaskan Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat (Dok. Nindya Karya/Nindya Karya)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Onduline Indonesia melihat program pembangunan Sekolah Rakyat sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan bisnis material atap. Perusahaan pun menyiapkan kapasitas produksi, stok, jaringan distribusi hingga tenaga pemasang untuk mengantisipasi berlanjutnya proyek tersebut.

Country Director PT Onduline Indonesia Esther Panjaitan mengatakan, Onduline telah berkontribusi dalam pembangunan lebih dari 50 lokasi Sekolah Rakyat. Jumlah tersebut lebih tinggi dari perkiraan awal perusahaan sekitar 30 lokasi.

Menurut Esther, pengalaman pada pembangunan sebelumnya menjadi evaluasi bagi perusahaan. Evaluasi terutama dilakukan pada aspek kapasitas produksi, kesiapan stok, distribusi, dan koordinasi dengan distributor. “Transparansi kapasitas, kesiapan distributor, itu adalah fokus yang kita akan benahi,” ujar Esther kepada KONTAN Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Onduline Andalkan Strategi End-to-End Hadapi Persaingan Atap

Pemerintah sendiri menargetkan pengembangan Sekolah Rakyat dalam jumlah yang lebih besar, hingga beberapa tahun ke depan. Kementerian Pekerjaan Umum menyebut 93 Sekolah Rakyat permanen telah dibangun hingga 12 Agustus 2026.

Esther mengatakan Onduline akan memastikan ketersediaan material ketika lokasi, dan kontraktor proyek berikutnya sudah ditentukan. Perusahaan akan memanfaatkan stok manufaktur, gudang, serta jaringan distributor di berbagai wilayah.

Onduline memiliki sekitar 40 titik distributor di Indonesia. Pada pembangunan Sekolah Rakyat tahap sebelumnya, sekitar 16 distributor ikut terlibat dalam memasok kebutuhan proyek.

Selain material, perusahaan juga menyiapkan tenaga pemasang melalui pelatihan bagi kontraktor maupun aplikator. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas pemasangan produk.

“Kita juga bisa bekerja sama dengan kontraktor atau aplikator untuk menyediakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan,” katanya.

Baru-baru ini, Onduline juga meluncurkan produk baru Onduvilla Pro Classic. Pada tahap awal, produk ini akan menyasar kebutuhan proyek pemerintah maupun segmen lainnya secara bertahap.

Dari sisi bisnis, proyek pemerintah saat ini menyerap sekitar 60%–70% produksi Onduline. Esther menyebut permintaan perusahaan hingga Agustus 2026 tumbuh sekitar 70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: PSEL Kota Bekasi Senilai Rp 3 Triliun Mulai Dibangun, Olah Sampah 1.500 Ton per Hari

Perusahaan pun menyiapkan kapasitas produksi dan jaringan distribusi, guna menangkap peluang dari pembangunan Sekolah Rakyat. Sekaligus memenuhi kebutuhan proyek pemerintah lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×