kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ongkosi Donggi-Senoro, Pemerintah Usul Bentuk Konsorsium


Minggu, 08 November 2009 / 16:23 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie, Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Pembahasan tentang Donggi-Senoro masih terus berlangsung. Berdasarkan rapat yang digelar terakhir antara Ditjen Migas, Departemen ESDM bersama dengan produsen dan konsumen, pembahasan Donggi-Senoro baru sampai kepada jaminan pembiayaan. Pemerintah mengusulkan supaya dibentuk konsorsium antara bank BUMN dengan bank swasta.

"Jumlahnya untuk pendanaan proyek Donggi-Senoro kan sangat besar sehingga kita minta supaya Bank BUMN dan Swasta membentuk konsorsium," ujar Deputi Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi, Kementrian BUMN, Sahala Lumban Gaol yang mengikuti rapat tersebut, Jumat (06/11).

Sayangnya Sahala enggan mengatakan secara rinci tentang bank swasta mana yang akan dirangkul untuk membentuk konsorsium untuk mengongkosi pembiayaan proyek tersebut. Dalam rapat yang terakhir, kata Sahala, hanya membahas tentang bagaimana pembiayaannya; dan skenario pembentukan konsorsium tersebut merupakan salah satu opsi.

Sedangkan yang menjadi leadnya, Sahala mengungkapkan tergantung dari kesepakatan bank-bank tersebut memberikan porsi pendanaannya. "Kita beri waktu kepada mereka (bank BUMN) untuk memberikan jawaban
pada minggu depan," lanjut Sahala.

Asal tahu saja, proyek gas tersebut menyedot dana mencapai US$ 3,7 miliar. Rinciannya, untuk upstream membutuhkan dana investasi sekitar US$ 1,7 miliar. Dan untuk downstream menghabiskan dana sekitar US$ 2 miliar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh KONTAN, perbankan dalam negeri maupun luar negeri enggan membiayai proyek ini. Bank Mandiri hanya mau mengucurkan pinjaman 10% dari dari seluruh total pendanaan. Sedangkan BNI hanya mau menggelontorkan utanan untuk dua calon pembeli saja, yakni PT PLN (Persero) dan Pupuk Sriwijaya sedangkan untuk PT Panca Amara Utama (PAU), BNI tidak bersedia memberikan pinjaman.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×