kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Operasional pelabuhan Tanjung Emas distop


Senin, 23 November 2015 / 10:26 WIB
Operasional pelabuhan Tanjung Emas distop


Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memprotes tindakan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas yang menghentikan aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut sejak 19 November 2015.

Efeknya, menurut Edi Priyanto, Kepala Hubungan Masyarakat Pelindo III, terjadi antrean kapal untuk bersandar di pelabuhan yang berlokasi di Semarang. Bila ini dibiarkan, kegiatan ekspor impor dari wilayah Jawa Tengah bisa terganggu.

"Para pelaku bisnis khawatir begitu pula masyarakat. Kondisi ini bisa membuat harga naik," katanya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (21/11).

Padahal, Kementerian Perhubungan yang menaungi KSOP di Indonesia sudah meneken perjanjian konsesi dengan Pelindo I, III dan IV pada 9 November 2015 yang memberi hak perusahaan tersebut sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau operator yang mengelola pelabuhan. Termasuk, klaim Pelindo III, bisnis bongkar muat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×