kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Operasional pelabuhan Tanjung Emas distop


Senin, 23 November 2015 / 10:26 WIB


Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memprotes tindakan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas yang menghentikan aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut sejak 19 November 2015.

Efeknya, menurut Edi Priyanto, Kepala Hubungan Masyarakat Pelindo III, terjadi antrean kapal untuk bersandar di pelabuhan yang berlokasi di Semarang. Bila ini dibiarkan, kegiatan ekspor impor dari wilayah Jawa Tengah bisa terganggu.

"Para pelaku bisnis khawatir begitu pula masyarakat. Kondisi ini bisa membuat harga naik," katanya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (21/11).

Padahal, Kementerian Perhubungan yang menaungi KSOP di Indonesia sudah meneken perjanjian konsesi dengan Pelindo I, III dan IV pada 9 November 2015 yang memberi hak perusahaan tersebut sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau operator yang mengelola pelabuhan. Termasuk, klaim Pelindo III, bisnis bongkar muat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×