Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mondelez Indonesia melalui brand OREO memperkuat kontribusinya di sektor pendidikan lewat program “OREO Berbagi Seru”. Inisiatif ini menyasar peningkatan akses dan kualitas pembelajaran, khususnya bagi siswa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program tersebut menargetkan 7.000 siswa di 7 provinsi dengan pendekatan pembelajaran berbasis permainan (joyful learning). OREO menggandeng Indonesia Mengajar untuk mendistribusikan alat bantu belajar yang mencakup literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris.
“Upaya Kemendikdasmen RI untuk mewujudkan ‘Pendidikan Bermutu untuk Semua’ salah satunya dilakukan dengan memperkuat pendidikan karakter melalui gerakan ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’,” ujar Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci dalam memperluas jangkauan program pendidikan, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
Baca Juga: Harga Plastik Naik 40%, Produsen Snack Mulai Putar Strategi
Program ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning yang menekankan pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan. Namun, implementasi pendekatan ini masih menghadapi tantangan pemerataan akses pendidikan di berbagai daerah.
Data Program for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan Indonesia masih berada di peringkat ke-69 dari 80 negara dalam kemampuan literasi, numerasi, dan sains. Hal ini menjadi latar belakang perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan.
Marketing Director Mondelez Indonesia, Anggya Kumala, menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pendidikan.
Baca Juga: Momogi Group Perkuat Posisi di Pasar Snack Anak Lewat Inovasi dan Ekspansi Global
“Dengan mengangkat tema ‘OREO Berbagi Seru’, tahun ini OREO ingin mendukung fokus Pemerintah dengan berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia,” ujarnya.
Selain distribusi alat pembelajaran, program ini juga mencakup kegiatan school roadshow untuk meningkatkan kapasitas guru, orang tua, dan komunitas dalam mendukung proses belajar anak.
Pendekatan belajar sambil bermain dinilai penting untuk membentuk keterampilan masa depan, termasuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan adaptasi terhadap perubahan.
Untuk memperluas dampak, program ini juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui pembelian produk, di mana sebagian hasil penjualan dikonversikan menjadi donasi pendidikan.
Baca Juga: FKS Food Siapkan Brand Refresh Mie Kremezz guna Perkuat Penetrasi di Pasar Snack Anak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













