kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pada Tahun 2024, PTPP Pasang Target Konservatif


Kamis, 11 Januari 2024 / 14:41 WIB
Pada Tahun 2024, PTPP Pasang Target Konservatif
ILUSTRASI. Proyek simpang tak sebidang (STS) Martadinata di Exit Tol Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (27/11/2023). KONTAN/Baihaki/27/11/2023


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) catatkan perolehan kontrak baru senilai Rp 31,67 triliun hingga Desember 2023. Capaian ini meningkat 1,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu senilai Rp 31,19 triliun. 

Kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 42,79%, swasta sebesar 37,20%, dan BUMN sebesar 20,01%.

Adapun perolehan kontrak baru tertinggi yaitu pada sektor jalan & jembatan sebesar 34,64%, gedung sebesar 31,71%, perkeretaapian sebesar 11,22%, bandara sebesar 7,21%, pelabuhan sebesar 4,81%, bendungan sebesar 4,44%, industri sebesar 3,44%, irigasi sebesar 1,25%, power plant sebesar 0,65% dan minyak & gas sebesar 0,63%.

Adapun capaian proyek baru yang berhasil diraih PTPP di Desember 2023 di antaranya Terminal BBM Biak (Sisi Laut) senilai Rp 393 miliar, Dermaga Shiplift Block A-B senilai Rp 275 miliar dan Pembangunan RS PON Jakarta senilai Rp 258 miliar. 

Baca Juga: Telkom Indonesia (TLKM) Siapkan Capex untuk Ekspansi Jaringan Fiber

Sekretaris Perusahaan PTPP, Bakhtiyar Efendi menyebutkan bahwa pertumbuhan nilai kontrak yang dimiliki PTPP tersebut menandakan bahwa perseroan selama ini terus dipercaya oleh berbagai pihak dalam mengerjakan proyek-proyek di skala nasional maupun internasional serta konsisten dalam memperkuat core business konstruksi.

PTPP juga berkomitmen tinggi untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, terutama Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini digalakkan oleh pemerintah.  Sampai dengan saat ini, PTPP mengerjakan 30 Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan 12 di antaranya telah diselesaikan. 

Komposisi Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut terdiri dari sektor jalan tol sebesar 56,25%, bendungan sebesar 18,02%, EPC sebesar 14,02%, pelabuhan dan dermaga sebesar 9,15%, bandara sebesar 1,82% dan sektor industri sebesar 0,75%.

Bakhtiyar menyebutkan bahwa sebagian besar proyek yang dikerjakan oleh PTPP selesai tepat waktu dan memiliki progres lebih cepat dibanding yang sudah ditentukan sebelumnya. 

Dengan raihan kontrak baru tersebut, PTPP juga optimis bahwa target kontrak baru di 2024 akan bertumbuh secara konservatif dari target di 2023. 

"PTPP masih optimis bahwa bisnis konstruksi masih meningkat dg APBN infrastruktur yang juga naik. Terutama perusahaan fokus menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional dan IKN. Perolehan kontrak baru direncanakan tetap naik meskipun konservatif karena adanya pergantian pemerintahan di tahun 2024," katanya saat dihubungi KONTAN, Selasa (9/1). 

Baca Juga: XL Axiata (EXCL) Lanjutkan Pembangunan BTS 4G di Luar Pulau Jawa

Ke depannya, PTPP juga berfokus memperkuat core business perusahaan di sektor konstruksi terutama di segmen infrastruktur dan gedung, serta lebih selektif dan prudent pada aspek investasi namun tetap mengoptimalkan aset eksisting, seperti perumahan, apartemen, hotel, dan komersial. 

Bakhtiar menambahkan, perseroan akan sangat selektif pada sektor investasi. Di tahun 2024, PTPP menargetkan belanja modal atau capex tumbuh secara konservatif dari tahun 2023 yaitu 45% untuk anak usaha utama, 19% untuk anak usaha non utama, 6% untuk afiliasi dan lainnya sebesar 29%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×