kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pada Tahun Ini, Dharma Satya Nusantara (DSNG) Targetkan Produksi CPO Naik 10%


Selasa, 07 Februari 2023 / 20:30 WIB
Pada Tahun Ini, Dharma Satya Nusantara (DSNG) Targetkan Produksi CPO Naik 10%


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan dan industri kayu, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) memproyeksikan peningkatan produksi crude palm oil (CPO) selama tahun 2023 ini. Hal itu menyusul kenaikan produksi CPO DSNG di sepanjang tahun 2022. 

Direktur Dharma Satya Nusantara Jenti Widjaja mengungkapkan, produksi CPO perseroan ditargetkan dapat meningkat 10% dibandingkan realisasi produksi tahun sebelumnya.  Mulai pulihnya kinerja produksi perseroan menjadi salah satu faktor pendorong proyeksi kenaikan produksi CPO tahun ini.

"Karena melihat tren di semester kedua-2022 mulai naik lagi (produksi), karena sudah melewati El-nino. Jadi di 2023 itu kami masih optimistis bahwa produksi CPO  akan tetap naik, perkiraannya sekitar 10%," ungkap Jenti, saat dihubungi Kontan.co.id, pada Kamis (2/2).

Apabila merujuk pernyataan resmi perusahaan, produksi CPO DSNG sepanjang 2022 meningkat 17% menjadi 640.000 ton dibandingkan produksi pada tahun 2021. 

Baca Juga: Panca Budi (PBID) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 15% pada 2023, Ini Strateginya

Total produksi Tandan Buah Segar (TBS) perseroan juga tercatat mencapai 2,2 juta ton atau lebih tinggi 14% dari tahun sebelumnya, dengan yield kebun inti yang mencapai 22 ton per hektar.

Namun sayang, Jenti sendiri belum bisa buka-bukaan mengenai target kinerja keuangan selama 2023. Dia hanya menyebutkan bahwa gambaran bisnis selama awal tahun ini terbilang cukup positif, kondisi itu tentunya diharapkan dapat terus berlanjut sampai sepanjang tahun. 

Dia juga bilang, di tahun 2023 pihaknya akan fokus pada perbaikan kinerja produksi, baik itu produksi TBS maupun CPO. 

"Sepanjang tahun 2021 hingga semester I-2022, area terbesar perkebunan kami di Kalimantan Timur mengalami penurunan produksi tajam akibat El-Nino akhir tahun 2019 lalu. Sejak kuartal III-2022 kondisi berangsur normal dan kami akan mengupayakan kinerja kebun kembali optimal," jelas Jenti. 

Jenti juga memberikan gambaran menyoal bisnis segmen kayu perseroan di 2023. Pihaknya memproyeksikan kontribusi segmen kayu masih akan berkisar 20% terhadap total pendapatan perusahaan. 

Sejumlah strategi pun tetap dicanangkan DSNG untuk menggarap segmen bisnis kayu di tahun ini. Salah satunya terkait rencana untuk mengembangkan pasar domestik, terutama untuk produk engineered flooring.

Baca Juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Optimistis Tahun Ini Catatkan Kinerja Positif

"Kami ada rencana mengembangkan pasar domestik, kerja sama dengan arsitektur, design interior untuk meyakinkan bahwa produk kami itu kualitasnya premium," sebut dia. 

Kontribusi pasar lokal memang sangat kecil dibandingkan pasar ekspor. Menurutnya, mayoritas pendapatan dari segmen bisnis kayu masih didominasi oleh pasar ekspor, terutama ke pasar Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×