kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.805   -23,00   -0,14%
  • IDX 8.119   87,42   1,09%
  • KOMPAS100 1.145   13,45   1,19%
  • LQ45 828   6,84   0,83%
  • ISSI 288   4,53   1,60%
  • IDX30 431   4,05   0,95%
  • IDXHIDIV20 516   3,51   0,69%
  • IDX80 128   1,33   1,05%
  • IDXV30 140   1,17   0,84%
  • IDXQ30 140   0,89   0,64%

Pandemi corona hambat ekspansi bisnis Perta Arun Gas di Kuwait


Selasa, 20 Oktober 2020 / 18:49 WIB
Pandemi corona hambat ekspansi bisnis Perta Arun Gas di Kuwait
ILUSTRASI. Ekspansi bisnis Perta Arun Gas di Kuwait terhambat wabah corona.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana ekspansi bisnis operation & maintenance (O&M) LNG regasifikasi Perta Arun Gas di Kuwait menemui hambatan akibat pandemi corona (Covid-19).

VP Corporate Strategic dan Business Planning Perta Arun Gas Sukarni Manan menjelaskan,  rencana pengembangan terminal LNG tertunda tahapan konstruksinya akibat pandemi corona. "Sudah mau selesai tapi di hold dulu. Karena Kuwait juga lockdown," kata Sukarni ditemui di Jakarta, Senin (19/10).

Sukarni menambahkan, nantinya Perta Arun Gas akan masuk jika telah memasuki tahapan pre commissioning. Koordinasi dengan sejumlah stakeholder juga terus dilakukan demi memuluskan ekspansi bisnis ini.

"Perta Arun Gas sudah benar-benar siap. Kuartal II 2021 baru mulai melanjutkan aktivitas pre commissioning. Kami masuk kalau sudah tahap itu," ujar Sukarni.

Baca Juga: Perta Arun Gas dan Natuna Eton Energy bangun LNG tank storage senilai US$ 300 juta

Sebelumnya, saat berkunjung ke KBRI Kuwait, Presiden Direktur Perta Arun Gas Arif Widodo menyebutkan adanya aset-aset eks Arun LNG Plant yang disewa Perta Arun Gas melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Selain itu, terdapat potensi untuk memanfaatkan aset eks Arun lainnya sebagai kegiatan pengembangan seperti LPG Hub Fuel Oil dan LNG Bunkering.

Terkait rencana pengembangan bisnis LNG Bungkering, Sukarni memastikan proses penjajakan masih dilakukan. "Sekarang sedang melakukan penjajakan kerjasama salah satunya dengan Petronas," kata Sukarni.

Kendati demikian, Sukarni memastikan rencana investasi ini diperkirakan akan memakan waktu tiga tahun ke depan.

Selanjutnya: Pandemi corona tekan penyaluran Perta Arun Gas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×