kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.006,37   -5,10   -0.50%
  • EMAS945.000 0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Pandu Sjahrir Sarankan Bos Startup Cari Jurus Hadapi Resesi, Tak Melulu Bakar Uang


Kamis, 11 Agustus 2022 / 11:00 WIB
Pandu Sjahrir Sarankan Bos Startup Cari Jurus Hadapi Resesi, Tak Melulu Bakar Uang
ILUSTRASI. Founding Partner AC Ventures Pandu Sjahrir


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi global disebut akan mempengaruhi resesi di banyak negara. Di sektor usaha, perusahaan rintisan atau startup juga dihadapkan tantangan yang tak mudah.

Oleh karena itu , perusahaan rintisan atau startup perlu menjalankan strategi bisnis baru agar bertahan menghadapi tantangan.

Founding Partner AC Ventures Pandu Sjahrir menilai, sejumlah startup sudah terimbas dampak dari resesi global. Di Amerika misalnya, valuasi perusahaan di bursa saham turun 30 hingga 80 % sejak awal tahun.

Ia melihat kondisi di Indonesia tidak jauh berbeda. Startup banyak mengalami penurunan walaupun implied growth dari perusahaan masih baik.

Baca Juga: AC Ventures Tunjuk Mantan CSO Sea Group Jadi Senior Advisor dan Venture Partner

"Contoh dua tahun terakhir revenue masih naik dua kali lipat, tapi ekspektasi market sudah banyak berubah. Apalagi dengan kenaikan suku bunga. Menurut saya sudah kelihatan beberapa kali seri C atau D perusahaan-perusahaan sudah turun 20 hingga 30 %," kata Pandu dalam keterangannya, Kamis (11/8).

Dia bilang, dua tahun lalu memang menjadi tahun emas bagi startup karena pandemi dan masyarakat banyak bergantung pada teknologi. Sayangnya tahun emas itu tidak berlangsung lama karena krisis ekonomi yang turut menggoyahkan startup.

Kondisi tersebut, menurut Pandu diperparah karena banyak pendiri startup belum pernah mengalami peristiwa seperti saat ini. "Mayoritas founder belum pernah mengalami ini. Menurut saya ini mentally readjustment bahwa market sekarang gini," ujarnya.

Karena itu, Pandu menyarankan para Founder untuk mencari strategi lainnya yang lebih jitu untuk menghadapi kondisi saat ini dan tidak melulu melakukan bakar uang.

Strategi bakar uang dengan melakukan sejumlah promosi besar-besaran selama ini kerap dilakukan startup untuk membangun dan mempertahankan pasar mereka.

Menurut Pandu, salah satu cara yang bisa dilakukan para Founder adalah dengan mempekerjakan talenta-talenta terbaik dalam bidangnya.

"Ayo hire A+ people, jangan hiring 9, tapi hiring 10. Orang yang di ranking 1 itu jauh lebih berharga daripada ranking-ranking lainnya. Kita double down on finding the best people for the team," ujar Pandu.

Baca Juga: Founder Startup Harus Waspadai Bubble Burst

Cara kedua adalah dari sisi unit economics growth, bagaimana dari sisi bisnis para founder startup bisa menghasilkan uang atau orang mau membayar jasa dari startup mereka.

"Founder harus bisa membuktikan bisa passed through cost Anda kepada customer. Artinya Anda punya semacam bargaining power atau semacam pricing power di bisnis Anda," kata Pandu.

Strategi ketiga, para founder startup diharapkan untuk jeli melihat peluang seperti merger dan akusisi (M&A). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×