kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.875   40,00   0,22%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Pangkas Impor, Pertamina Group Kembangkan Katalis Pengolahan Minyak untuk Kilang


Kamis, 24 September 2026 / 07:40 WIB
Pangkas Impor, Pertamina Group Kembangkan Katalis Pengolahan Minyak untuk Kilang
ILUSTRASI. Ilustrasi Production Unit Cilacap - Pertamina Group (Pertamina Group - Pertamina Lubricants/Pertamina Group - Pertamina Lubricants)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ridwan Mulyana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Lubricants berkolaborasi dengan Technology Innovation & Implementation (TI&I) PT Pertamina (Persero) untuk meluncurkan katalis Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Langkah ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kemandirian teknologi energi nasional.

Katalis tersebut berfungsi untuk mempercepat proses reaksi dalam pengolahan minyak dengan energi aktivasi yang lebih rendah sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kilang, sekaligus membuka peluang substitusi katalis impor. Dalam waktu dekat, katalis ini akan segera dimanfaatkan oleh Kilang Pertamina Cilacap.

Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi menyampaikan bahwa sinergi antara fungsi TI&I PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Lubricants ini dapat menjadi model replikasi bagi pengembangan katalis dan produk specialty chemical lainnya di lingkungan Pertamina Group. Melalui langkah ini, ketergantungan terhadap katalis impor dapat terus dikurangi secara bertahap.

"Ini merupakan salah satu milestone penting dalam komersialisasi hasil riset yang diharapkan dapat terus berkembang dan mendorong upaya yang lebih besar dalam kemandirian teknologi di sektor energi," kata Rika melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id pada Rabu (23/9/2026).

Dalam pengembangan katalis ini, TI&I menangani pengembangan formulasi dan teknologi. Sementara Pertamina Lubricants mengelola aspek komersial hingga produk dapat diproduksi dan digunakan untuk kebutuhan kilang.

Rika menambahkan, Pertamina Lubricants memiliki pengalaman panjang dalam mengelola aspek komersialisasi. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas pemanfaatan hasil inovasi Pertamina ke kebutuhan industri.

Ke depan, pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mendukung pembangunan fasilitas produksi katalis FCC/RFCC di dalam negeri, sekaligus memperluas portofolio specialty chemicals Pertamina Lubricants. Kolaborasi yang telah dilakukan menunjukkan sinergi Pertamina Group dapat menghubungkan inovasi dengan kebutuhan operasional secara end-to-end.

"Pertamina Lubricants berperan menjembatani hasil pengembangan formulasi dari TI&I dengan proses komersialisasi, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diuji dan digunakan untuk menjawab kebutuhan kilang,” tandas Rika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×