kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.088   -23,00   -0,13%
  • IDX 6.216   29,92   0,48%
  • KOMPAS100 816   4,51   0,56%
  • LQ45 621   1,96   0,32%
  • ISSI 215   0,78   0,36%
  • IDX30 349   0,72   0,21%
  • IDXHIDIV20 431   0,93   0,22%
  • IDX80 93   0,44   0,47%
  • IDXV30 118   0,52   0,44%
  • IDXQ30 112   0,10   0,09%

Pertamina Hulu Rokan Lapor Produksi Minyak Tembus 200.000 BOPD dan Gas 700 MMSCFD


Jumat, 31 Juli 2026 / 10:41 WIB
Pertamina Hulu Rokan Lapor Produksi Minyak Tembus 200.000 BOPD dan Gas 700 MMSCFD
ILUSTRASI. PHR Konfirmasi Discovery Play Stratigrafik Sumur Mustang Hitam-001 di WK Rokan (Dok/PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) )


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatatkan kinerja positif dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui kontribusi signifikan dari Wilayah Kerja (WK) Rokan dan Regional 1 Sumatera. 

Bahkan volume produksi minyak bumi di wilayah operasionalnya kini telah mendekati porsi sepertiga dari total keseluruhan lifting minyak nasional.

Direktur Utama PHR, Muhammad Arifin menjelaskan, torehan angka produksi yang dicapai saat ini memegang peran terhadap stabilitas suplai energi dalam negeri.

Baca Juga: Laba Bersih Sariguna Primatirta (CLEO) Naik 27% pada Semester I 2026

"Kalau kita bicara kinerja di regional satu Sumatera itu produksi kita minyaknya hampir 200,199 poin sekian ribu barrel oil per day (BOPD). Dan ini cukup signifikan, sekitar 33% dari produksi nasional, dan kalau ada gangguan sedikit ya seperti saat ini itu langsung terasa," ujarnya dalam acara Media Gathering di Sentul, Jawa Barat.

Di samping itu, Arifin memaparkan, porsi penyaluran gas bumi PHR juga tergolong masif dan menjadi tumpuan berbagai sektor industri regional. Pasokan gas tersebut kini bahkan telah didistribusikan lintas pulau guna menutupi defisit pasokan yang terjadi di wilayah Jawa bagian barat.

"Produksi gas kami juga Alhamdulillah cukup banyak, sekitar 700-an MMscfd. Dan ini juga menjadi urat nadi perekonomian di seluruh Sumatera. Bahkan sebagian gas dari kami itu ada juga yang dialirkan di sekitar Pulau Jawa karena di Jawa Barat sedikit lack of supply gas, nah kebetulan pipannya sudah tersambung," tuturnya.

Namun demikian, Arifin menekankan bahwa tingkat laju penurunan produksi alamiah atau natural decline rate di lapangan minyak tua terbilang cukup tinggi. 

Dia bilang, tanpa adanya aktivitas eksplorasi maupun eksploitasi baru yang berkesinambungan, volume lifting dikhawatirkan dapat merosot tajam hingga puluhan persen dalam kurun waktu setahun.

"Kalau kita bicara produksi di PHR tadi hampir 200.000 (BOPD) dan 700 mmscfd, itu kalau kita gak ngapa-ngapain itu decline, turun gitu. Jadi kalau setahun kita produksi 200.000, terus kita hanya buka tutup valve, tahun depannya sudah hilang 30%-nya. Untuk menjaga itu, maka kami cukup agresif untuk memastikan baseline itu terjaga. Kita lakukan pemboran-pemboran yang cukup masif," pungkasnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Minyak, Pertamina Hulu Rokan Kini Pasok Gas untuk CNG hingga 2 MMscfd

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×