Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meskipun kondisi pasar menantang, emiten produsen kosmetik, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) tetap berfokus pada inovasi produk untuk memperkuat posisinya di pasar yang semakin kompetitif.
Jika ditelaah secara kinerja keuangan, VICI terpantau membukukan pendapatan sebesar Rp 1,03 triliun hingga September 2024, atau naik tipis dari Rp 1,02 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Namun demikian, laba bersih VICI menyusut 7,04% ke angka Rp 132 miliar. Padahal, per September 2023 laba bersih VICI tercatat Rp 142 miliar.
Direktur Operasional Victoria Care Indonesia Sumardi Widjaja mengatakan secara keseluruhan kinerja bisnis hingga September 2024 mencerminkan adaptasi terhadap tantangan di pasar dan optimalisasi operasional.
Baca Juga: Victoria Care (VICI) Bagikan Dividen Interim Dengan Yield 0,55%, Catat Jadwalnya
Perusahaan terus memperkuat inovasi produk dan strategi pemasaran untuk menjaga daya saing di tengah tekanan biaya operasional yang meningkat.
“Perseroan menghadapi tantangan dalam beberapa segmen produk, yang mempengaruhi realisasi laba bersih,” ungkap Sumardi, kepada Kontan.co.id, Jumat (29/11).
Menurut Sumardi, meskipun ada beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian target, Victoria Care menunjukkan kemampuan untuk bertahan dan terus berinovasi dalam menghadapi kondisi pasar yang menantang.
Namun sayang, VICI belum bisa membeberkan revisi target kinerja tahun ini. Pihaknya masih perlu mereview kembali angka target tahun ini karena pergerakan pasar yang sangat dinamis.
Adapun, mengutip catatan KONTAN, pada tahun ini VICI mengincar pertumbuhan pendapatan hingga dua digit di akhir dibandingkan capaian tahun 2023.
Perseroan sendiri mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) tahun ini sebesar Rp198 miliar yang digunakan untuk pembelian office space baru dan pembangunan pabrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News