kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.093   -70,91   -0,99%
  • KOMPAS100 976   -12,96   -1,31%
  • LQ45 719   -12,26   -1,68%
  • ISSI 249   -2,42   -0,96%
  • IDX30 392   -6,65   -1,67%
  • IDXHIDIV20 490   -8,38   -1,68%
  • IDX80 110   -1,55   -1,39%
  • IDXV30 134   -2,07   -1,52%
  • IDXQ30 128   -1,89   -1,45%

Pasokan Pangan Pascalebaran Terjaga, Stok Beras Bulog Tembus 3,7 Juta Ton


Jumat, 27 Maret 2026 / 14:16 WIB
Pasokan Pangan Pascalebaran Terjaga, Stok Beras Bulog Tembus 3,7 Juta Ton
ILUSTRASI. Stok beras dan minyak goreng Bulog Kediri (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan ketersediaan bahan baku pangan pascalebaran 2026 dalam kondisi aman. Hal ini ditopang stok beras yang melimpah serta pasokan komoditas lain yang mulai stabil.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, harga pangan mulai kembali normal setelah mengalami lonjakan saat Ramadan dan Lebaran.

Hasil pemantauan di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, dan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, menunjukkan tren perbaikan, meski aktivitas perdagangan di beberapa lokasi belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Lebaran 2026, Pemesanan Hotel Meningkat dan Berkontribusi ke Pertumbuhan Ekonomi

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, harga sejumlah komoditas sudah terkendali.

Di Pasar Ciputat, harga daging ayam ras berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, lebih rendah dari Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp40.000 per kilogram.

Komoditas hortikultura juga mengalami koreksi. Harga cabai rawit merah turun ke sekitar Rp60.000 per kilogram dari posisi tinggi saat Ramadan.

Sementara cabai merah keriting dan bawang merah stabil di kisaran Rp40.000 per kilogram.

“Mudah-mudahan dengan kondisi ini, harga yang relatif baik bisa terus stabil ke depan,” ujar Ketut dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).

Dari sisi pasokan, cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog menjadi penopang utama stabilitas. Per awal Maret 2026, stok beras tercatat sekitar 3,7 juta–3,74 juta ton.

Baca Juga: Bisnis Pariwisata Pasca Lebaran Mengalami Tren Naik, Okupansi Hotel Favorit Stabil

Seiring masuknya panen raya, jumlah ini diproyeksikan meningkat menjadi 4,5 juta hingga 5 juta ton pada akhir Maret.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai, kuatnya cadangan beras menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga, terutama beras sebagai komoditas utama.

“Bulog mengoptimalkan penyerapan gabah saat panen raya serta memperkuat pengawasan kualitas gudang. Tidak heran harga beras tetap normal,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Di tingkat konsumen, harga beras relatif terkendali. Per 25 Maret 2026, beras SPHP berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, beras medium Rp12.200 per kilogram, dan beras premium Rp14.400 per kilogram.

Baca Juga: Anggota DPR Dorong Pembenahan Industri Penerbangan, Tiket ke Indonesia Timur Mahal

Untuk komoditas lain, pasokan dinilai cukup meski sebagian masih dipengaruhi faktor eksternal. Harga bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp35.000 per kilogram.

Adapun minyak goreng dan gula terpantau stabil, ditopang pasokan domestik serta kebijakan pengendalian pemerintah.

Meski demikian, Esther mengingatkan bahwa kecukupan stok saja tidak cukup untuk menjaga stabilitas harga. Kelancaran distribusi menjadi faktor krusial dalam menjaga keseimbangan pasar.

“Pemerintah perlu memastikan distribusi dan logistik berjalan lancar agar harga tetap stabil,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×