kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.817   -11,00   -0,07%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Pelaku Industri Semakin Marak Menggunakan Listrik PLN


Selasa, 05 April 2022 / 17:17 WIB
Pelaku Industri Semakin Marak Menggunakan Listrik PLN
ILUSTRASI. PT PLN (Persero)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) oleh kelompok industri kian meningkat. Tercatat, sejumlah sektor industri memang memanfaatkan penyediaan listrik dari PLN seperti industri otomotif, semen, smelter dan tekstil.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengungkapkan sebagian industri otomotif memang telah memanfaatkan listrik dari PLN. "Mereka punya pembangkit listrik sendiri (tapi) hanya untuk standby atau emergency," kata Jongkie kepada Kontan, Selasa (5/4).

Sementara itu, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azzam menjelaskan perusahaan menggunakan penyediaan listrik oleh PLN. "Kalaupun ada yang dilakukan sendiri, itu dalam rangka mengurangi emisi dan (meningkatkan) energi baru terbarukan seperti cogen (dengan) menggunakan gas dan solar panel," terang Bob.

Baca Juga: Genjot Investasi EBTKE, Regulasi Pendukung Diharapkan Segera Rampung

Bob melanjutkan, untuk tahun 2023 mendatang diharapkan 10% sumber energi perusahaan sudah dapat dipasok dari EBT.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) Iswar Deni menjelaskan perusahaan saat ini 100% memanfaatkan suplai listrik dari PLN. Di saat bersamaan perusahaan tengah mengembangkan proyek PLTS Atap. "Target roof solar panel untuk kuartal II 2022 akan operasional dengan kapasitas sampai 2.554 kilo Watt peak (kWp)," terang Deni.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengungkapkan, saat ini industri tekstil dan produk tekstil (TPT) umumnya telah beralih menggunakan listrik PLN. "Saat ini anggota kami sudah mematikan pembangkit listriknya dan beralih ke PLN," jelas Redma, belum lama ini.

Redma mengungkapkan, salah satu faktor yang mendorong peralihan yakni sulitnya industri TPT memenuhi pasokan batubara untuk pembangkit sendiri.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×