kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Pelanggan Indihome Turun Jadi 9,5 Juta, Telkomsel Mengaku Fokus Benahi Kualitas


Jumat, 09 Oktober 2026 / 15:37 WIB
Pelanggan Indihome Turun Jadi 9,5 Juta, Telkomsel Mengaku Fokus Benahi Kualitas
ILUSTRASI. wifi indihome (dok./Kontan)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Telkomsel terus menata bisnis fixed broadband IndiHome melalui kalibrasi basis pelanggan untuk memperbaiki kualitas pertumbuhan dan meningkatkan monetisasi layanan.

Berdasarkan data terakhir yang telah dipublikasikan hingga akhir Juni 2026, Telkomsel melayani sekitar 9,5 juta pelanggan fixed broadband, turun dari 10,3 juta pelanggan pada akhir 2025.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan, penyesuaian basis pelanggan tersebut terutama mencerminkan upaya perusahaan menata akun yang sudah tidak aktif dan tidak lagi menghasilkan pendapatan. 

Baca Juga: Agung Intiland Kembangkan Kawasan Industri, Siapkan Laksana Business Park

Dengan demikian, strategi Telkomsel tidak semata-mata berorientasi pada jumlah pelanggan, melainkan juga pada kualitas basis pelanggan dan kontribusinya terhadap bisnis.

“Penyesuaian jumlah pelanggan pada semester I 2026 terutama mencerminkan proses penataan basis pelanggan, termasuk sekitar 1,2 juta akun yang sudah tidak aktif dan tidak menghasilkan pendapatan selama lebih dari 12 bulan,” ungkap Abdullah, kepada Kontan, Kamis (8/10/2026). 

Ia mengatakan, perkembangan kuartal III akan disampaikan sesuai dengan periode pelaporan perusahaan. Secara operasional, Telkomsel terus mendorong pertumbuhan pelanggan yang berkualitas melalui penguatan verifikasi, akuisisi yang lebih disiplin, serta program retensi dan reaktivasi. 

Menurut Abdullah, kalibrasi basis pelanggan menjadi salah satu strategi Telkomsel untuk memperbaiki kualitas bisnis IndiHome. Proses tersebut dilakukan melalui penataan pelanggan yang tidak aktif dan tidak berkontribusi terhadap pendapatan, sekaligus memperkuat verifikasi pelanggan baru, pengelolaan retensi, optimalisasi kapasitas jaringan, dan pengembangan layanan konvergensi.

Meski demikian, dampak kalibrasi terhadap kinerja pendapatan dapat berbeda pada setiap periode. Telkomsel menyebut proses tersebut masih berlangsung sehingga perbaikan kualitas basis pelanggan perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan nilai layanan dan mempertahankan pelanggan aktif.

Dari sisi pendapatan, IndiHome B2C mencatatkan pertumbuhan 0,6% secara kuartalan menjadi sekitar Rp 6,4 triliun pada kuartal II-2026. Pada periode yang sama, average revenue per user (ARPU) meningkat 3,4% menjadi sekitar Rp 211.000.

Baca Juga: AALI Targetkan Replanting 8.000 Hektare di 2026, Siapkan Belanja Modal Rp 1,4 Triliun

Untuk menjaga tren tersebut, Telkomsel mengarahkan strategi peningkatan ARPU pada perbaikan komposisi pelanggan dan nilai layanan, bukan semata-mata menaikkan harga.

“Strateginya mencakup modernisasi layanan, peningkatan pelanggan ke paket yang lebih sesuai kebutuhannya, penguatan penawaran bernilai tambah, serta upselling dan cross-selling layanan konvergensi,” terangnya. 

Selain kalibrasi pelanggan, Telkomsel mengandalkan integrasi layanan internet rumah dan seluler untuk memperkuat posisi IndiHome di industri fixed broadband.

Telkomsel, lanjutnya, mengutamakan kualitas jaringan dan layanan, produktivitas infrastruktur, serta kekuatan ekosistem Telkomsel dalam menawarkan layanan konvergensi. Strategi ini ditujukan untuk memberikan pengalaman yang lebih praktis dan bernilai bagi pelanggan, tanpa menjadikan harga sebagai satu-satunya pembeda.

Upaya tersebut tercermin dari peningkatan penetrasi konvergensi, dari 59% pada kuartal I-2026 menjadi sekitar 65% pada kuartal II-2026.

Ke depan, Telkomsel juga akan melanjutkan pengembangan jaringan IndiHome secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, potensi permintaan, kesiapan infrastruktur, dan produktivitas jaringan di masing-masing wilayah.

“Selain memperluas jangkauan di area dengan kebutuhan konektivitas rumah yang tinggi, Telkomsel juga mengoptimalkan jaringan yang telah tersedia, termasuk menggunakan kembali kapasitas yang dilepaskan dari akun tidak aktif, agar investasi lebih produktif dan layanan berkualitas dapat menjangkau semakin banyak keluarga Indonesia,” ujar dia.

Baca Juga: Resource Alam (KKGI) Ungkap Biaya Eksplorasi Anak Usaha hingga September 2026  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×