kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Agung Intiland Kembangkan Kawasan Industri, Siapkan Laksana Business Park


Jumat, 09 Oktober 2026 / 15:19 WIB
Agung Intiland Kembangkan Kawasan Industri, Siapkan Laksana Business Park
ILUSTRASI. Pengembangan kawasan bisnis melalui Laksana Business Park yang dikembangkan Agung Intiland, entitas dari Intilan Development (DILD) (KONTAN/Amalia Fitri)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Intiland Development Tbk (DILD) memperkuat pengembangan kawasan bisnis melalui Laksana Business Park yang dikembangkan Agung Intiland. Strategi ini sejalan dengan kebutuhan ruang usaha yang meningkat di tengah pertumbuhan investasi nasional.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia mencapai Rp 1.010,6 triliun pada semester I-2026, tumbuh 7,2% secara tahunan. Sejumlah sektor, termasuk transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri, turut menopang realisasi investasi tersebut.

General Manager Business Development and Technical Agung Intiland Farizki Hakim Rosyidi mengatakan, pengembangan kawasan bisnis tidak hanya berfokus pada penyediaan properti, tetapi juga konektivitas, efisiensi operasional, dan kebutuhan ekspansi pelaku usaha.

Baca Juga: AALI Targetkan Replanting 8.000 Hektare di 2026, Siapkan Belanja Modal Rp 1,4 Triliun

“Bagi kami, kawasan bisnis yang baik bukan hanya tentang bagaimana sebuah properti terlihat atau seberapa strategis lokasinya. Nilai sebenarnya tercipta ketika sebuah kawasan mampu mendukung pelaku usaha untuk beroperasi secara lebih efisien, terhubung dengan rantai pasok, serta memiliki ruang dan peluang untuk terus berkembang,” ujar Farizki dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Laksana Business Park dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan aktivitas industri dan bisnis. Salah satu klaster di dalam kawasan tersebut adalah Luxima Bizhub, yang difokuskan pada pergudangan dan ruang usaha dengan pendekatan yang mengedepankan fleksibilitas penggunaan.

Dalam pengembangan kawasan, Agung Intiland turut mempertimbangkan akses terhadap jaringan jalan tol, bandara, dan pelabuhan untuk mendukung mobilitas barang serta aktivitas operasional penyewa. Pengembangan kawasan juga direncanakan berlanjut hingga tahap ketiga guna mengakomodasi kebutuhan pasar pada masa mendatang.

Farizki mengatakan, perencanaan jangka panjang menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga relevansi kawasan terhadap perubahan kebutuhan pelaku usaha.

“Umur sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh bangunan yang berdiri di dalamnya, tetapi juga oleh seberapa mampu kawasan tersebut tetap relevan terhadap perubahan kebutuhan penggunanya,” kata dia.

Strategi pengembangan tersebut turut mendapat pengakuan melalui Indonesia Real Estate Awards 2026. Dalam ajang yang digelar pada 25 September 2026, Agung Intiland meraih penghargaan Best Industrial & Business Park Developer – Indonesia, sedangkan Luxima Bizhub memperoleh penghargaan Best Innovative Business Hub Development – Indonesia.

Baca Juga: Resource Alam (KKGI) Ungkap Biaya Eksplorasi Anak Usaha hingga September 2026

Adapun Intiland tetap optimistis terhadap prospek bisnis pada 2026. Perusahaan menargetkan marketing sales sebesar Rp 1,95 triliun, meningkat sekitar 21% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp 1,61 triliun.

Manajemen menilai peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama pada segmen perumahan dan kawasan industri yang hingga kini menunjukkan permintaan relatif stabil dibandingkan segmen properti lainnya.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan fokus pada optimalisasi proyek-proyek yang telah berjalan, percepatan penjualan stok siap jual, penguatan pemasaran di segmen perumahan dan kawasan industri, serta pengembangan program pemasaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Kami melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan nyata dan daya serap pasar yang lebih kuat. Strategi pemasaran dan pengembangan kami jalankan secara lebih terukur agar dapat mendukung pencapaian target kinerja sekaligus menjaga fundamental perseroan tetap sehat," ujar Direktur Utama DILD, Archied Noto Pradono dalam keterangannya.

Selain mengoptimalkan proyek yang telah berjalan, DILD juga menyiapkan sejumlah proyek baru untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Perseroan tengah mempersiapkan pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur yang diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis industri perseroan.

Di segmen residensial, DILD juga berencana meluncurkan Tower E proyek apartemen SQ Res pada semester II-2026. Sementara itu, pada kuartal I-2026, Intiland membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 619,8 miliar, turun 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: BULOG Raup Untung Rp 2,4 Triliun Hingga September, Siapkan Pabrik Karung Plastik

Dari total pendapatan tersebut, kontribusi terbesar berasal dari pendapatan pengembangan (development income) sebesar Rp 387,1 miliar, sedangkan pendapatan berulang (recurring income) tercatat sebesar Rp 232,6 miliar.

Berdasarkan segmen usaha, recurring income menjadi kontributor terbesar dengan porsi 37,5% atau Rp 232,6 miliar. Selanjutnya kawasan industri menyumbang Rp 227,4 miliar atau 36,7%, segmen perumahan Rp 121,9 miliar atau 19,7%, serta high-rise residential sebesar Rp 37,9 miliar atau 6,1%.

Ke depan, pengembangan kawasan bisnis akan menjadi bagian dari upaya Agung Intiland dalam menyediakan ruang usaha yang mengakomodasi kebutuhan operasional dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×