kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.869   44,00   0,25%
  • IDX 6.475   73,08   1,14%
  • KOMPAS100 836   6,96   0,84%
  • LQ45 636   4,21   0,67%
  • ISSI 227   4,68   2,10%
  • IDX30 356   2,18   0,62%
  • IDXHIDIV20 433   2,48   0,58%
  • IDX80 96   0,72   0,75%
  • IDXV30 120   1,05   0,89%
  • IDXQ30 113   0,81   0,72%

Pelayaran Nasional Ekalya (ELPI) Raih Kontrak Rp582,76 Miliar hingga Semester I-2026


Selasa, 18 Agustus 2026 / 11:04 WIB
Pelayaran Nasional Ekalya (ELPI) Raih Kontrak Rp582,76 Miliar hingga Semester I-2026
ILUSTRASI. Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari, ELPI (DOK/ELPI)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mencatatkan perolehan kontrak senilai Rp 582,76 miliar hingga semester I-2026 yang berasal dari kontrak domestik serta internasional. 

Direktur Keuangan ELPI, Efilya Kusumadewi, mengungkapkan, sepanjang semester I-2026, perseroan membukukan kontrak jangka panjang dan pendek di pasar domestik senilai Rp276,04 miliar.

Sementara itu, kontrak internasional yang diperoleh mencapai Rp306,71 miliar.

"Karakteristik kontrak jangka panjang seperti ini menjadi salah satu keunggulan segmen offshore dibandingkan dry bulk, karena skema kontrak dengan K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) umumnya lebih stabil terhadap fluktuasi harga komoditas maupun gejolak pasar jangka pendek," ungkap Efilya, dalam siaran pers, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Elnusa Lapor Laba Bersih Meningkat 29% Jadi Rp 435 Miliar di Semester I 2026

Meski demikian, perolehan kontrak tersebut belum seluruhnya tercermin dalam kinerja pendapatan ELPI pada periode berjalan.

Pendapatan per Juni 2026 tercatat sebesar Rp 430,35 miliar, turun dibandingkan pendapatan Rp 543,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Efilya menjelaskan, sebagian kontrak yang diperoleh merupakan kontrak jangka panjang sehingga pengakuan pendapatannya berlangsung secara bertahap sesuai dengan periode pelaksanaan kontrak.

Di tengah kondisi tersebut, ELPI melihat prospek segmen offshore masih cukup positif. Perusahaan  juga terus membidik tambahan kontrak baru pada paruh kedua 2026.

Chief Operating Officer ELPI International Dave Ritandhaka mengatakan, ELPI tengah menjajaki potensi kontrak baru dengan estimasi nilai US$1,50 juta yang ditargetkan dapat terealisasi pada semester II 2026.

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Raih Pendapatan US$ 5,3 Miliar pada Semester I-2026

"Ini sejalan dengan strategi jangka panjang perseroan untuk terus meningkatkan utilisasi armada dan memperluas portofolio kontrak baru, sekaligus melengkapi rencana ekspansi armada yang didukung oleh dana hasil rights issue," katanya.

Selain peluang tersebut, ELPI telah mengamankan kontrak baru di NMB Field melalui entitas anak Perseroan di Malaysia. Kontrak tersebut memiliki nilai RM53,4 juta.

Perolehan kontrak tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya ELPI memperluas jangkauan bisnis sekaligus meningkatkan utilisasi armada di pasar internasional.

Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo menambahkan, kinerja segmen offshore menunjukkan tren yang berbeda dibandingkan segmen dry bulk yang masih menghadapi tantangan.

"Selagi segmen dry bulk masih menghadapi tantangan, segmen offshore justru menunjukkan tren yang berkebalikan melalui perolehan kontrak-kontrak domestik, internasional, hingga potensi kontrak baru yang sedang dijajaki. Ini menjadi bukti bahwa strategi diversifikasi lini bisnis Perseroan berjalan efektif dalam menjaga keseimbangan kinerja secara keseluruhan," tambah Wawan.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, ELPI telah menyelesaikan proses Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue pada 23 Juli 2026. Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp739,34 miliar.

Selama periode perdagangan HMETD pada 10–16 Juli 2026, sebanyak 99,90% saham yang ditawarkan telah diserap investor.

Baca Juga: CNAF Telah Salurkan Pembiayaan Baru di Luar Jawa Rp 934 Miliar pada Semester I-2026

Sisa saham kemudian terserap seluruhnya melalui periode penjatahan pemesanan tambahan (pooling) pada 21 Juli 2026, dengan tingkat oversubscription mencapai 39,79 kali.

Direktur Utama ELPI Eka Taniputra mengatakan, dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha, termasuk penambahan dan peremajaan armada.

Menurut Eka, koreksi kinerja pada semester I-2026 juga merupakan bagian dari dinamika eksternal yang juga dihadapi industri maritim secara umum.

Selain itu, gejolak geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi dinamika harga minyak dan keputusan investasi di sektor energi.

Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah proyek yang mengalami penundaan hingga pembatalan. Di sisi lain, biaya operasional di kawasan Asia Pasifik juga meningkat. 

ELPI sendiri mencatat biaya operasional di kawasan tersebut mencapai sekitar US$50 lebih tinggi dibandingkan Middle East karena proses eksplorasi yang lebih kompleks.

Dari sisi neraca, kenaikan kewajiban Perseroan sebesar 16,96% terutama berasal dari kewajiban kepada perbankan yang digunakan untuk membiayai investasi penambahan kapal.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) Catat Laba Bersih Rp 183,9 Miliar pada Semester I-2026

Adapun, Current Ratio Perseroan tercatat sebesar 403%, sementara Debt to Equity Ratio (DER) berada di level 31%. Menurut Wawan, meski meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat DER tersebut masih tergolong konservatif dan mencerminkan struktur permodalan Perseroan yang sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×