kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.821   -7,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Pelemahan Harga Batubara Pengaruhi Target Kinerja Dana Brata Luhur (TEBE)


Selasa, 25 Juni 2024 / 15:09 WIB
Pelemahan Harga Batubara Pengaruhi Target Kinerja Dana Brata Luhur (TEBE)
ILUSTRASI. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menargetkan laba bersih pada tahun 2024 mencapai Rp 200 miliar hingga Rp 225 miliar


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2024, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) mengharapkan laba bersih antara Rp 200 miliar dan Rp 225 miliar.

Menurut Direktur TEBE Hendry Narindra Dewantoro, target kinerja perusahaan di tahun 2024 juga akan dipengaruhi oleh pelemahan harga batubara.

"Target tahun 2024, pendapatan sebesar Rp 522 miliar dan laba bersih sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 225 miliar," ujar Hendry kepada Kontan, Senin (24/6).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2023 TEBE membukukan pendapatan sebesar Rp 632,23 miliar dan laba bersih sebesar Rp 220,13 miliar.

Baca Juga: Kuartal I-2024, Sejumlah Emiten Jasa Tambang Bukukan Kinerja Positif

Hendry menjelaskan, pada tahun ini perusahaan membidik pengangkutan batubara sebanyak 9,5 juta ton.

Untuk mencapai target kinerja pada tahun ini, TEBE mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 47,6 miliar. Alokasi belanja modal ini berpotensi mengalami penyesuaian berdasarkan hasil kinerja kuartal II tahun ini.

Hingga kuartal I 2024, TEBE membukukan pendapatan sebesar Rp 97,33 miliar atau turun 42,3% year on year (yoy). Pada kuartal I 2023, TEBE memperoleh pendapatan sebesar Rp 168,69 miliar.

 

Sementara itu, laba bersih pada kuartal I 2024 mencapai Rp 25,03 miliar atau turun 62,48% yoy dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 66,73 miliar.

Hendry menjelaskan penurunan pendapatan disebabkan oleh penurunan volume angkutan seiring dengan penurunan jumlah klien.

"Ini juga disebabkan oleh penurunan harga batubara yang turut mempengaruhi penurunan harga jasa pelabuhan perusahaan," jelas Hendry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×