Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah ke dolar sudah berada dalam titik paling rendah sepanjang sejarah, menyentuh Rp17.681 per dolar. Hal itu membuat bahan-bahan impor terdampak, salah satunya yakni impor kedelai.
Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suralaga mengatakan bahwa harga impor kedelai saat ini mendapatkan tambahan tekanan usai kondisi nilai tukar rupiah ke dolar melemah.
"Pelemahan rupiah akhir-akhir ini memang telah menambah tekanan pada harga jual kedelai impor di dalam negeri," ujar Hidayatullah Suralaga kepada Kontan, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Dominasi Tambang Masih Kuat, Pesanan Alat Berat Trakindo Tembus 70%
Meski harga impor kedelai mendapatkan tekanan, Hidayatullah menyebutkan bahwa para importir sepakat tidak menaikkan harga jualnya di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan arahan Pemerintah RI.
"Sejumlah importir telah berkomitmen untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga jual kedelai di dalam negeri. Pada saat ini harga jual kedelai impor di tingkat importir relatif stabil pada kisaran Rp. 10.200 - 10.300/kg," kata dia.
Hidayatullah mengaku masih belum bisa menjelaskan secara detail strategi para importir kedelai di tengah kondisi seperti ini. "Hal ini sangat tergantung pada masing-masing-masing importir," ucapnya. Namun, Akindo ke depannya masih akan tetap memantau perkembangan harga kedelai di pasar Internasional dan dalam negeri.
"Kami akan melapor kepada Pemerintah (Bapanas) apabila harga di dalam negeri sudah mendekati atau melewati HAP yang ditetapkan Pemerintah," tandasnya.
Baca Juga: Prabowo Janji Bangun 5.000 Desa Nelayan, Siapkan Fasilitas Es Batu hingga SPBU Khusus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













