kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.694   -42,00   -0,24%
  • IDX 6.333   -38,02   -0,60%
  • KOMPAS100 837   -6,04   -0,72%
  • LQ45 636   1,04   0,16%
  • ISSI 226   -2,39   -1,05%
  • IDX30 363   1,94   0,54%
  • IDXHIDIV20 452   5,17   1,16%
  • IDX80 97   -0,34   -0,35%
  • IDXV30 125   -0,34   -0,27%
  • IDXQ30 118   1,48   1,27%

Gapki Sebut Pelemahan Rupiah Tak Selalu Untungkan Eksportir


Rabu, 20 Mei 2026 / 11:36 WIB
Gapki Sebut Pelemahan Rupiah Tak Selalu Untungkan Eksportir
ILUSTRASI. Harga TBS Sawit naik di Dumai (ANTARA FOTO/ASWADDY HAMID)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai menjadi pedang bermata dua bagi eksportir nasional.

Di satu sisi, depresiasi rupiah membuat harga produk Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Namun di sisi lain, eksportir yang masih bergantung pada bahan baku dan komponen impor justru menghadapi kenaikan biaya produksi.

Diketahui, rupiah kembali tertekan pada perdagangan Rabu (20/5/2026).

Mengutip data pasar spot, rupiah dibuka di level Rp 17.738 per dolar AS atau melemah 0,18% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 17.706 per dolar AS.

Baca Juga: Gapki: Pelemahan Rupiah Tak Serta Merta Tingkatkan Ekspor CPO

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Eddy Martono mengatakan, pelemahan rupiah memang bisa meningkatkan penerimaan eksportir berbasis dolar AS dalam jangka pendek.

Namun, kondisi ini tidak sepenuhnya menguntungkan apabila berlangsung terlalu lama.

“Rupiah melemah kalau berkepanjangan biaya yang masih menggunakan komponen impor seperti pupuk, suku cadang kendaraan, alat berat dan pabrik akan naik,” ujar Eddy kepada Kontan, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, sektor perkebunan sawit masih cukup bergantung pada barang impor, khususnya pupuk. Padahal, biaya pemupukan menyumbang sekitar 40% dari total biaya perawatan kebun.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 17.668, Airlangga: Tekanan Dipicu Harga Minyak Dunia

“Jadi kalau harga pupuk naik akan membebani, walaupun dengan pelemahan rupiah harga dalam negeri juga naik. Tetapi ini kalau jangka panjang justru tidak menguntungkan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×