kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Gapki Sebut Pelemahan Rupiah Tak Selalu Untungkan Eksportir


Rabu, 20 Mei 2026 / 11:36 WIB
Gapki Sebut Pelemahan Rupiah Tak Selalu Untungkan Eksportir
ILUSTRASI. Harga TBS Sawit naik di Dumai (ANTARA FOTO/ASWADDY HAMID)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai menjadi pedang bermata dua bagi eksportir nasional.

Di satu sisi, depresiasi rupiah membuat harga produk Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Namun di sisi lain, eksportir yang masih bergantung pada bahan baku dan komponen impor justru menghadapi kenaikan biaya produksi.

Diketahui, rupiah kembali tertekan pada perdagangan Rabu (20/5/2026).

Mengutip data pasar spot, rupiah dibuka di level Rp 17.738 per dolar AS atau melemah 0,18% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 17.706 per dolar AS.

Baca Juga: Gapki: Pelemahan Rupiah Tak Serta Merta Tingkatkan Ekspor CPO

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Eddy Martono mengatakan, pelemahan rupiah memang bisa meningkatkan penerimaan eksportir berbasis dolar AS dalam jangka pendek.

Namun, kondisi ini tidak sepenuhnya menguntungkan apabila berlangsung terlalu lama.

“Rupiah melemah kalau berkepanjangan biaya yang masih menggunakan komponen impor seperti pupuk, suku cadang kendaraan, alat berat dan pabrik akan naik,” ujar Eddy kepada Kontan, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, sektor perkebunan sawit masih cukup bergantung pada barang impor, khususnya pupuk. Padahal, biaya pemupukan menyumbang sekitar 40% dari total biaya perawatan kebun.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 17.668, Airlangga: Tekanan Dipicu Harga Minyak Dunia

“Jadi kalau harga pupuk naik akan membebani, walaupun dengan pelemahan rupiah harga dalam negeri juga naik. Tetapi ini kalau jangka panjang justru tidak menguntungkan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×