CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Peluang penyaluran beras terbuka lebar, Bulog harus bersaing dalam kualitas


Selasa, 28 Mei 2019 / 20:11 WIB


Reporter: | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog harus bersaing dari sisi kualitas dengan produsen beras swasta. Pasalnya, penyaluran beras yang diubah melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memiliki peluang besar. 

Namun, masyarakat memiliki kewenangan untuk memutuskan pembelian sendiri. "Pemerintah bisa dengan mekanisme menjadi pemasok utama tetapi Bulog dituntut memasok beras dengan kualitas yang baik," ujar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa, Selasa (28/5).

Meski begitu, peluang penyaluran beras dalam BPNT dinilai besar. Dwi bilang secara kuantitas penyaluran beras melalui skema BPNT dapat meningkat hingga 30% hingga 40% dibandingkan rastra.

Hal itu dinilai dapat dimanfaatkan oleh Bulog untuk penyaluran. Bila bisa memanfaatkan potensi tersebut, Bulog dapat menjadi penyalur beras yang besar.

"Program BPNT lebih potensial dibandingkan dengan program rastra sebelumnya," terang Dwi.

Bulog memiliki keuntungan sebagai perusahaan pelat merah. Harga jual beras Bulog bisa lebih rendah dibandingkan dengan pihak swasta.

Namun, kualitas beras Bulog pun harus meningkat bila dibandingkan dengan rastra yang sebelumnya disalurkan. Dwi bilang bila hal itu bisa dilakukan maka tidak perlu aturan untuk menjadikan Bulog penyedia beras utama bagi BPNT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×