kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Peluang penyaluran beras terbuka lebar, Bulog harus bersaing dalam kualitas


Selasa, 28 Mei 2019 / 20:11 WIB


Reporter: | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog harus bersaing dari sisi kualitas dengan produsen beras swasta. Pasalnya, penyaluran beras yang diubah melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memiliki peluang besar. 

Namun, masyarakat memiliki kewenangan untuk memutuskan pembelian sendiri. "Pemerintah bisa dengan mekanisme menjadi pemasok utama tetapi Bulog dituntut memasok beras dengan kualitas yang baik," ujar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa, Selasa (28/5).

Meski begitu, peluang penyaluran beras dalam BPNT dinilai besar. Dwi bilang secara kuantitas penyaluran beras melalui skema BPNT dapat meningkat hingga 30% hingga 40% dibandingkan rastra.

Hal itu dinilai dapat dimanfaatkan oleh Bulog untuk penyaluran. Bila bisa memanfaatkan potensi tersebut, Bulog dapat menjadi penyalur beras yang besar.

"Program BPNT lebih potensial dibandingkan dengan program rastra sebelumnya," terang Dwi.

Bulog memiliki keuntungan sebagai perusahaan pelat merah. Harga jual beras Bulog bisa lebih rendah dibandingkan dengan pihak swasta.

Namun, kualitas beras Bulog pun harus meningkat bila dibandingkan dengan rastra yang sebelumnya disalurkan. Dwi bilang bila hal itu bisa dilakukan maka tidak perlu aturan untuk menjadikan Bulog penyedia beras utama bagi BPNT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×