kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Peluang penyaluran beras terbuka lebar, Bulog harus bersaing dalam kualitas


Selasa, 28 Mei 2019 / 20:11 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog harus bersaing dari sisi kualitas dengan produsen beras swasta. Pasalnya, penyaluran beras yang diubah melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memiliki peluang besar. 

Namun, masyarakat memiliki kewenangan untuk memutuskan pembelian sendiri. "Pemerintah bisa dengan mekanisme menjadi pemasok utama tetapi Bulog dituntut memasok beras dengan kualitas yang baik," ujar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa, Selasa (28/5).

Meski begitu, peluang penyaluran beras dalam BPNT dinilai besar. Dwi bilang secara kuantitas penyaluran beras melalui skema BPNT dapat meningkat hingga 30% hingga 40% dibandingkan rastra.

Hal itu dinilai dapat dimanfaatkan oleh Bulog untuk penyaluran. Bila bisa memanfaatkan potensi tersebut, Bulog dapat menjadi penyalur beras yang besar.

"Program BPNT lebih potensial dibandingkan dengan program rastra sebelumnya," terang Dwi.

Bulog memiliki keuntungan sebagai perusahaan pelat merah. Harga jual beras Bulog bisa lebih rendah dibandingkan dengan pihak swasta.

Namun, kualitas beras Bulog pun harus meningkat bila dibandingkan dengan rastra yang sebelumnya disalurkan. Dwi bilang bila hal itu bisa dilakukan maka tidak perlu aturan untuk menjadikan Bulog penyedia beras utama bagi BPNT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×