kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.927   57,00   0,32%
  • IDX 5.711   -110,07   -1,89%
  • KOMPAS100 738   -13,77   -1,83%
  • LQ45 563   -10,40   -1,82%
  • ISSI 198   -3,35   -1,66%
  • IDX30 319   -5,85   -1,80%
  • IDXHIDIV20 393   -7,77   -1,94%
  • IDX80 84   -1,60   -1,88%
  • IDXV30 107   -1,43   -1,32%
  • IDXQ30 103   -1,88   -1,79%

Pemanfaatan preferensi SKA melonjak 83% di Februari


Jumat, 01 April 2011 / 22:37 WIB
Edward Setiawan Joesoef, generasi ketiga Konimex Group


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Kesepakatan perdagangan bebas di negara Asean dan China ternyata mulai membuka peluang besar bagi para eksportir Indonesia. Peningkatan kegiatan perdagangan di negara-negara ini bisa terlihat dari realisasi pemanfaatan Surat Keterangan Asal (SKA).

SKA sendiri berfungsi sebagai persyaratan eksportir untuk memperoleh preferensi yang akan disertakan pada barang ekspor untuk memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan realisasi pemanfaatan SKA preferensi terhadap ekspor nonmigas selama Februari mengalami peningkatan signifikan.

Dalam waktu 1 bulan terjadi peningkatan pemanfaatan preferensi SKA sebesar 83%. Lihat saja, jumlah SKA dalam kerangka AFTA bulan Februari 2011 sebanyak 8,436 atau senilai dengan US$ 1.679 juta dibandingkan bulan sebelumnya hanya mencapai nilai US$ 917 juta.

Menurut Dirjen Perdagangan Luar Negeri Deddy Saleh peningkatan realisasi pemanfaatan SKA disebabkan oleh meningkatnya nilai ekspor minyak nabati dan hewani yang mengalami pertumbuhan 300% dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor minyak nabati dan hewani Indonesia paling banyak ke negara tujuan RRT, Korea, Jepang, dan India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×