kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   32,00   0,19%
  • IDX 7.109   -75,92   -1,06%
  • KOMPAS100 983   -10,00   -1,01%
  • LQ45 720   -6,31   -0,87%
  • ISSI 254   -2,76   -1,07%
  • IDX30 391   -2,50   -0,64%
  • IDXHIDIV20 485   -1,84   -0,38%
  • IDX80 111   -1,00   -0,89%
  • IDXV30 135   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 127   -0,77   -0,60%

Pemerintah belum akan tambah kuota LPG di 2018


Jumat, 08 Desember 2017 / 17:06 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelangkaan pasokan LPG 3 kg di sejumlah wilayah yang terjadi pada awal Desember 2017 ini tidak membuat pemerintah akan menambah jumlah kuota LPG 3 kg bersubsidi dalam APBN 2018.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar bilang, pasokan yang sudah disiapkan Pertamina tahun depan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Agar tidak terulang kembali kurangnya pasokan LPG 3 Kg di masyarakat, Arcandara pun menyebut pemerintah bersama Pertamina akan terus melakukan pendataan hari per hari mengenai kebutuhan LPG 3 kg. Selama tahun ini, rata-rata konsumsi LPG 3 kg mencapai sekitar 20.1000-20.400 per hari.

Pemerintah juga akan menganalisis lonjakan kebutuhan LPG terutama di hari libur. Dengan begitu pasokan LPG untuk masyarakat bisa terpenuhi oleh Pertamina. Pertamina saat ini tercatat telah memiliki cadangan stok LPG selama 19-20 hari. "Ini jadi standar prosedur Pertamina untuk mengamankan stok LPG di seluruh Indonesia," imbuh Arcandra.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) Ego Syahrial menambahkan, pemerintah dan Pertamina pada tahun ini juga sudah mulai aktif menyosialisasikan penggunaan LPG non subsidi terutama untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS). "Kami kerja sama hampir 128 Kota/Kabupaten, dan komitmen untuk PNS, bahwa LPG 3 kg itu untuk rakyat miskin," kata Ego.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×