kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemerintah dorong pasokan bahan baku obat herbal


Sabtu, 10 Oktober 2020 / 16:31 WIB
Pemerintah dorong pasokan bahan baku obat herbal
ILUSTRASI. Pedagang menunjukan jahe dan temulawak di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (5/3). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mendorong pemenuhan kebutuhan obat di masa pandemi Covid 19. Termasuk dengan mendorong obat-obat berbahan baku dalam negeri, seperti berbahan herbal ataupun bahan tradisional.

"Sesuai dengan arahan presiden, kita diminta untuk, lebih mengutamakan kepada obat dengan bahan yang bersumber dari Indonesia sendiri, yakni bahan baku lokal, dan kalo bisa dinaikkan dan dikembangkan," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendi dalam keterangannya, Sabtu (10/10).

Baca Juga: PTPN V budidayakan 1,5 juta bibit kelapa sawit melalui proyek KSO dengan PPKS Medan

Pemerintah Kabupaten Karanganyar sendiri menyambut upaya Pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pengembangan usaha para petani obat tradisional dan herbal. 

Untuk menunjang langkah pemerintah pusat, Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mempermudah proses perijinan usaha obat herbal. 

"(Kami menyambut baik langkah pemerintah). Kita harap BPOM nanti mempermudah ijin mereka para petani untuk usaha obat tradisional, jadi mereka bisa terus dan cepat berkembang, " kata Juliyatmono saat meninjau Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat bersama Muhadjir.

Selanjutnya: Booming tanaman hias di masa pandemi, ada yang harganya puluhan juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×