Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG terus mengoptimalkan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif untuk menekan konsumsi energi fosil sekaligus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proses produksi semen.
Di Pabrik Tuban, Jawa Timur, konsumsi sekam padi sebagai biomassa mencapai 400 ton per hari. Dengan volume tersebut, kebutuhan sekam padi SIG secara teoritis mencapai sekitar 12.000 ton per bulan.
Sekam padi menjadi jenis biomassa dengan konsumsi terbesar di Pabrik Tuban. Bahan bakar alternatif tersebut dipasok dari petani serta 10 perusahaan penggilingan padi yang tersebar di Tuban, Lamongan, Bojonegoro hingga Rembang.
Selain sekam padi, SIG memanfaatkan sejumlah jenis biomassa lain, seperti cocopeat, bonggol jagung, serbuk gergaji dan ampas tebu.
Baca Juga: Laba Semen Indonesia (SMGR) Melesat 88,7% Jadi Rp 80 Miliar di Kuartal I-2026
Direktur Utama Semen Indonesia, Indrieffouny Indra mengatakan, peningkatan pemanfaatan biomassa merupakan bagian dari Sustainability Roadmap SIG 2030.
Strategi tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung pengembangan industri semen rendah emisi.
"Penggunaan biomassa membantu perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif untuk meningkatkan keandalan operasi," kata Indrieffouny dalam keterangannya, Rabu (22/9/2026).
Langkah ini juga relevan dengan upaya SIG memperbaiki kinerja operasional di tengah pemulihan industri semen.
Pada semester I-2026 SMGR membukukan pendapatan Rp 17,64 triliun, tumbuh 13,07% secara tahunan. Volume penjualan juga meningkat 5,6% menjadi 18,28 juta ton.
Perbaikan tersebut turut mendorong laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 228,25 miliar, melonjak 470,95% YoY dari sekitar Rp 39,98 miliar pada semester I-2025.
Meski pertumbuhan laba terlihat tinggi, kenaikan tersebut belum otomatis menunjukkan terjadinya turnaround struktural karena terdapat pengaruh low base effect.
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Putuskan Tebar Seluruh Laba 2025 Sebagai Dividen
Dari sisi industri, pemulihan permintaan semen juga mulai terlihat. Hal itu terlihat dari penjualan industri semen pada semester I-2026 naik 10,5% menjadi 30,71 juta ton dari 27,78 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, persaingan industri masih ketat, terutama dengan pertumbuhan volume pemain di luar kelompok Big 2 yang lebih tinggi.
Di tengah kondisi tersebut, penggunaan biomassa menjadi salah satu bagian dari strategi SIG untuk mengelola biaya energi sekaligus memperkuat posisi bisnis semen rendah emisi.
Efisiensi energi menjadi semakin penting karena produsen semen masih menghadapi tekanan persaingan harga dan kelebihan pasokan.
Dari sisi rantai pasok, kebutuhan biomassa SIG juga menciptakan pasar bagi limbah hasil penggilingan padi. Salah satu pemasoknya adalah PT Pionir Nusantara Sukses.
Direktur Pionir Nusantara Sukses Irsan Yanuardi mengatakan, perusahaannya memasok sekitar 2.500–3.000 ton sekam padi per bulan ke Pabrik Tuban.
Dengan demikian, pasokan perusahaan tersebut dapat mencapai hingga 36.000 ton dalam setahun apabila berada di batas atas volume bulanan tersebut.
Sekam mayoritas diperoleh dari pengepul di Tuban, Lamongan dan Bojonegoro, sementara sebagian lainnya berasal langsung dari petani. Sejak awal 2025 hingga saat ini, total pasokan Pionir Nusantara Sukses ke SIG Pabrik Tuban telah mencapai sekitar 20.000 ton.
Baca Juga: Kementan Klaim Harga Ayam & Telur di Peternak Mulai Pulih, MBG Jadi Penopang Serapan
Irsan mengatakan, bisnis pengumpulan dan pemasokan sekam padi cenderung mencatatkan peningkatan pendapatan. Namun, kinerja bisnis tersebut masih menghadapi fluktuasi karena faktor cuaca dapat memengaruhi kualitas sekaligus ketersediaan sekam.
Saat ini, Pionir Nusantara Sukses baru memasok sekam padi kepada SIG Pabrik Tuban. Perusahaan berharap kerja sama tersebut berlanjut seiring kebutuhan SIG terhadap bahan bakar alternatif.
"Koordinasinya berjalan baik, mulai dari penerimaan sampai pembayaran yang terbilang lancar," ujar Irsan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














