kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Pemerintah minta PLN ambil alih saham Inalum


Kamis, 17 Februari 2011 / 14:04 WIB
Pemerintah minta PLN ambil alih saham Inalum
ILUSTRASI. IHSG terkoreksi 0,65% ke level 6.029,16 pada Rabu (9/10). Saham MKPI jatuh paling dalam.


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) untuk mengambil alih saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Direktur Bisnis dan Manajemen Resiko PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsuddin mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Kemeterian ESDM untuk pengambil alihan saham Inalum tersebut.

Hari ini (17/2), PLN akan mengadakan rapat perdana dengan Kementerian ESDM untuk membahas pengambilalihan saham Inalum ini. "Sejauh ini PLN masih mempelajari peluang ini," ujarnya kepada KONTAN.

Saat ini Pemerintah Indonesia menguasai saham Inalum sebesar 41,12%, sedangkan sisanya sebesar 58,88% dikuasai oleh Nippon Asahan Aluminium Co. Ltd (NAA), gabungan investor Jepang dalam proyek Inalum. PLN diminta untuk mengambil alih tambang Inalum. Sementara, pemerintah meminta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diminta mengambil alih peleburan timah Inalum.

Kerjasama proyek Inalum telah berjalan sejak 1975 dan akan berakhir pada 2013 nanti. Rencananya, pemerintah akan mengambil alih seluruh saham Inalum, setelah kerjasama dengan Jepang berakhir.

Sambil menunggu jatuh tempo kesepakatan itu, Indonesia dan Jepang akan menggelar rangkaian pertemuan untuk membahas tata cara pengalihan saham ini.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×