kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemerintah proyeksikan investasi hilir migas capai US$ 3,22 miliar di tahun ini


Minggu, 17 Mei 2020 / 10:18 WIB
Pemerintah proyeksikan investasi hilir migas capai US$ 3,22 miliar di tahun ini
ILUSTRASI. Ilustrasi gas bumi.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih menyampaikan, berdasarkan prognosa, investasi hilir migas di tahun 2020 mencapai US$ 3,22 miliar. Proyeksi tersebut lebih tinggi dari realisasi investasi hilir migas di tahun lalu sebesaar US$ 1,06 miliar.

“Investasi hilir migas diproyeksikan akan terus meningkat hingga tahun 2024,” ujar Soerjaningsih, dalam siaran pers di Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jumat (17/5).

Menurut Soerjaningsih, investasi hilir migas tahun 2020 didominasi oleh kegiatan pengolahan yaitu peningkatan kapasitas kilang (RDMP) dan pembangunan kilang baru (GRR) yang mencapai 80%. Selanjutnya adalah investasi di bidang pengangkutan sebesar 14% penyimpanan 4% dan niaga 2%.

Baca Juga: Kembangkan SPBU mini melalui Pertashop, Pertamina bidik tambahan 20 titik

Sedangkan untuk tahun 2021, investasi hilir migas diproyeksikan sebesar US$ 7,23 miliar. Kemudian di tahun 2022 investasi hilir migas kembali diprediksi meningkat menjadi US$ 11,81 miliar dan US$ 14,53 miliar di tahun 2023. Adapun di tahun 2024, investasi hilir migas diproyeksikan sebesar US$ 13,92 miliar.

Berdasarkan Global Competitivenes Index 2017—2018, investasi migas Indonesia berada di posisi 36 dari 137 negara. Pemerintah pun berupaya memperbaiki iklim investasi, termasuk di sektor migas.

Faktor utama iklim bisnis adalah birokrasi pemerintah, stabilitas politik, regulasi perpajakan, dan produktivitas tenaga kerja. “Sektor infrastruktur juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam hal tingkat competitiveness,” tambah Soerjaningsih.

Lebih lanjut, pembangunan dua kilang minyak baru di Tuban dan Bontang serta RDMP Kilang Balongan, Balikpapan, Cilacap, Dumai, dan Plaju merupakan upaya pemerintah meningkatkan ketahanan energi nasional. Total investasi kilang-kilang tersebut diperkirakan mencapai US$ 68 miliar selama periode 2019—2026.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×