kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pemerintah proyeksikan investasi hilir migas capai US$ 3,22 miliar di tahun ini


Minggu, 17 Mei 2020 / 10:18 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi gas bumi.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

“Pemerintah berkomitmen mendukung kedaulatan energi melalui energi migas sebagai modal pembangunan dan diharapkan dapat memberikan nilai tambah positif bagi seluruh aspek pembangunan bangsa,” papar Soerjaningsih.

Sementara itu, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero) Ignatius Tallulembang menyampaikan, pembangunan kilang membutuhkan tenaga kerja sekitar 150.000 orang pada masa konstruksi dan 12.000 orang ketika telah beroperasi.

Baca Juga: BPH Migas Inginkan Harga BBM Turun

Penggunaan sumber daya lokal diperkirakan 35%-50%. Sementara potensi peningkatan devisa sekitar US$ 12 miliar per tahun.

Kapasitas pengolahan kilang-kilang ini dapat mencapai 2,1 juta barel per hari dan produksi petrokimia sebesar 12.000 kiloton per annum (ktpa).

Tallulembang mengungkapkan, mengingat pembangunan kilang dan petrokimia membutuhkan biaya dan risiko yang besar, maka diperlukan mitra dalam pelaksanaannya. Dalam proses pencarian mitra ini, Pertamina membuka peluang kerja sama dengan berbagai skema bisnis.

“Skema berpartner juga kami buka lebih fleksibel. Bukan cuma dengan satu cara saja,” jelas dia.

Tak hanya itu, Pertamina juga mendorong agar perusahaan swasta dalam negeri dapat berpartisipasi dalam pembangunan kilang serta infrastruktur lainnya seperti terminal BBM, LPG, dan pelabuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×