kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Pemerintah RI dan Toyota Jajaki Investasi Pabrik Bioetanol di Lampung


Senin, 20 April 2026 / 15:33 WIB
Pemerintah RI dan Toyota Jajaki Investasi Pabrik Bioetanol di Lampung
ILUSTRASI. Pemerintah jajaki investasi US$300 juta dengan Toyota untuk pabrik bioetanol. Kapasitas 60.000 kiloliter per tahun siap mengurangi impor BBM secara signifikan. (REUTERS/Abdul Saboor)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Indonesia tengah menjajaki potensi investasi bersama dengan Toyota Motor Asia untuk pembangunan pabrik bioetanol di Indonesia.

Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu mengatakan, anak usaha energi terbarukan milik Pertamina sedang berdiskusi dengan Toyota Tsusho terkait kemungkinan investasi bersama untuk pembangunan fasilitas bioetanol di Lampung.

Jika kesepakatan tercapai, pembangunan pabrik dengan kapasitas 60.000 kiloliter bioetanol per tahun diperkirakan dimulai pada paruh kedua 2026, dengan target produksi pada 2028.

Untuk mendukung pasokan bahan baku, pemerintah juga merencanakan pembangunan perkebunan sorgum seluas 6.000 hektare. Tanaman tersebut akan menjadi salah satu sumber utama produksi bioetanol.

Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai US$ 200 juta hingga US$ 300 juta.

Baca Juga: Hilirisasi Bauksit Terancam Ketidakseimbangan, ABI: Ada Pelanggaran HPM di Sisi Hulu

Selain Toyota Tsusho, pembahasan juga melibatkan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels dari Jepang.

Chief Executive Asia Region Toyota Motor Asia, Masahiko Maeda, mengatakan kendaraan Toyota berpotensi menggunakan bioetanol yang diproduksi dari pabrik di Lampung tersebut.

Sementara itu, Executive Vice President Toyota Motor Asia, Pras Ganesh, menegaskan bahwa pembicaraan masih berlangsung dan belum ada kesepakatan final.

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan peningkatan produksi bioetanol berbasis bahan baku domestik seperti biomassa dari kelapa sawit, jagung, dan sorgum guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.

Indonesia juga berencana menerapkan kewajiban campuran bioetanol sebesar 10% dalam bensin mulai 2028.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×