Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan pembentukan BUMN Tekstil untuk mengembangkan dan mengonsolidasikan perusahaan tekstil yang sudah ada di dalam negeri.
Perusahaan pelat merah tersebut nantinya akan mengakuisisi sejumlah perusahaan tekstil, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Menteri Perindustrian Sarmuji mengatakan, BUMN Tekstil akan menjadi wadah untuk menyatukan kekuatan sejumlah perusahaan di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).
"Memang nanti ada beberapa perusahaan tekstil yang diakuisisi. Iya [termasuk Sritex], dan beberapa perusahaan nanti diakuisisi," ujar Sarmuji ditemui di Kemenperin, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Danantara Bentuk BUMN Tekstil, Ekonom Soroti Risiko Persaingan Tidak Sehat
Menurut Sarmuji, konsolidasi tersebut diharapkan dapat memperkuat industri TPT nasional. Pasalnya, setiap perusahaan tekstil memiliki kekuatan masing-masing yang dapat disinergikan melalui BUMN Tekstil.
"Itu menjadi lebih bermakna nanti karena menyatukan beberapa kekuatan. Satu tekstil dengan perusahaan tekstil lain punya kekuatan masing-masing. Nanti kita akan sinergikan," tutur dia.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melakukan pembahasan dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Danantara disiapkan sebagai pihak yang akan mendukung pendanaan pembentukan BUMN Tekstil.
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pemerintah akan membentuk perusahaan baru untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan tekstil yang telah eksis.
Baca Juga: Rencana Danantara Bentuk BUMN Tekstil Terintegrasi Disorot, Ini Sederet Catatannya
BUMN Tekstil tersebut juga direncanakan menjadi inisiator integrasi kawasan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri. Namun, Danantara masih belum memastikan sumber pendanaan untuk pembentukan perusahaan tersebut.
Rencana pembentukan BUMN Tekstil sebelumnya disebut membutuhkan investasi sekitar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 100 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














