kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Pemerintah Terbitkan Aturan Wilayah Tambang Bahan Nuklir


Minggu, 28 Mei 2023 / 16:57 WIB
Pemerintah Terbitkan Aturan Wilayah Tambang Bahan Nuklir
ILUSTRASI. Operator Pengolahan Limbah Radioaktif dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) d


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah baru saja menerbitkan regulasi yang mengatur soal wilayah tambang bahan nuklir. Ketentuan ini dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2023 tentang Wilayah Pertambangan.

Dalam beleid ini, turut diatur soal penetapan wilayah pertambangan untuk golongan mineral radioaktif. Pasal 19 Ayat 2 menyebutkan, dalam hal penetapan WUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk golongan Mineral radioaktif, didasarkan pada usulan dari instansi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenaganukliran.

Selanjutnya, dalam Pasal 21 Ayat 1 disebutkan bahwa luas dan batas WIUP Mineral radioaktif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (2) huruf a ditetapkan oleh Menteri berdasarkan usulan dari instansi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenaganukliran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, beberapa wilayah di Indonesia memiliki potensi sumber daya nuklir antara lain dari hasil pertambangan timah.

Baca Juga: Kembangkan Baterai Listrik, Indonesia Bakal Pererat Kerja Sama dengan Australia

"Makanya harus kita amankan karena kita perlu bahwa energi dari radioaktif ini untuk kepentingan energi ke depan," kata Arifin di Kementerian ESDM, Jumat (26/5).

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengungkapkan, dengan hadirnya regulasi ini maka ke depannya badan usaha perlu mengajukan izin untuk menambang bahan nuklir.

"Kira-kira seperti itu, (badan usaha) harus mengajukan WIUP," jelas Irwandy ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (26/5).

Irwandy melanjutkan, alur penetapan lokasi atau wilayah tambang pun akan dilakukan sesuai regulasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×