kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.542   12,00   0,07%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pemerintahan Prabowo Akan Ubah Subdisi Energi Jadi Bantuan Langsung Tunai (BLT)


Minggu, 29 September 2024 / 17:56 WIB
Pemerintahan Prabowo Akan Ubah Subdisi Energi Jadi Bantuan Langsung Tunai (BLT)
ILUSTRASI. Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran. Pemerintahan era Prabowo akan mengubah skema pemberian subsidi energi baik bahan bakar minyak ataupun listrik.


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintahan era Prabowo Subianto disebut-sebut akan mengubah skema pemberian subsidi energi baik bahan bakar minyak ataupun listrik. Nantinya subsidi akan dialihakan menjadi bantuan langsung tunai (BLT).

Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Burhanuddin Abdullah menilai subsidi energi baik itu BBM, elpiji hingga listrik akan lebih efektif jika diberikan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT). Menurutnya, dengan begitu penyaluran subsidi akan lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak. 

"Kita ingin dengan data yang diperbaiki, disempurnakan supaya pada masyarakat miskin diberi saja transfer tunai langsung kepada mereka. Jadi bukan pada komoditinya, tapi kepada keluarganya yang berhak terima. Itu yang akan kita lakukan," jelas Burhanuddin  dalam acara UOB Indonesia Economic Outlook 2025, Rabu (25/9).

Burhanuddin mencermati selama ini subsidi energi yang dikeluarkan sebesar Rp 540 triliun masih belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Burhanuddin mencontohkan di Solo, Jawa Tengah.  subsidi listrik yang seharusnya  membuat masyarakat kelas ekonomi bawah bisa mengakses listrik murah, nyatanya hanya sebatas menghidupi satu buah lampu per rumah. 

"Minggu lalu saya ke Solo, bertemu dengan pelanggan PLN yang paling Bawah mereka bayar bulanan Rp 30 ribu hanya untuk satu lampu, itu yang akan diperbaiki di era Prabowo nanti," ungkapnya.

Selain itu Burhanuddin menambahkan masyarakat miskin justru tidak menikmati subsidi BBM dan LPG lantaran tidak memiliki kendaraan ditambah dengan penggunaan LPG bersubsidi yang hanya membantu untuk jangka waktu singkat. Maka ia menilai seharusnya subsidi untuk energi bisa dialihkan menjadi hal yang lebih produktif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Orang-orang miskin mereka tidak menerima, jadi kalau begitu siapa yang sebetulnya menikmati subsidi itu? maka solusinya kita kurangi subsidi tapi kita alihkan ke hal yang produktif. Itu artinya kita leverage pertumbuhan kita melalui pengurangan subsidi tersebut," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×