Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 1,47 triliun pada paruh pertama tahun 2025, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, laba bersih perseroan turun 4,14% year-on-year (yoy) menjadi Rp 425,75 miliar.
Produk minuman beralkohol masih menjadi kontributor utama bisnis MLBI dengan sumbangan 92,5% atau Rp 1,36 triliun, meningkat dari Rp 1,24 triliun di semester I-2024.
Sebaliknya, penjualan produk non-alkohol melemah menjadi Rp 109,78 miliar dari Rp 149,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Corporate Affairs Director MLBI, Bambang Chriswanto, mengatakan pertumbuhan pendapatan didorong oleh kinerja solid portofolio produk Bintang, khususnya Bintang Anggur Merah dan Bintang Radler.
Baca Juga: Pendapatan & Laba Bersih Adaro Andalan Indonesia (AADI) Menyusut pada Semester I-2025
Kedua produk ini masing-masing mencatat pertumbuhan volume di kisaran satu digit rendah dan belasan persen. Selain itu, strategi premiumisasi melalui Heineken juga turut menopang pertumbuhan, terutama lewat peningkatan distribusi di Batam.
“Kinerja ini didorong oleh kekuatan portofolio Bintang dan strategi komersial yang sukses. Secara keseluruhan, portofolio MBI menunjukkan ketahanan dan relevansi yang berkelanjutan, serta memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis di paruh pertama tahun ini,” ujar Bambang kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).
Bambang menyebut, pasar domestik tercatat sebagai penyumbang terbesar penjualan, sementara kontribusi ekspor masih relatif kecil.
“Fokus utama kami tetap melayani kebutuhan konsumen dalam negeri, sehingga kontribusi ekspor masih kecil,” jelasnya.
Dalam menghadapi tantangan biaya produksi dan daya beli, perusahaan mengadopsi Strategi EverGreen dari Heineken, yang menekankan alokasi modal cermat, penguatan produktivitas, dan inovasi produk berbasis kebutuhan konsumen.
“Sepanjang tahun 2025 kami melihat perubahan signifikan dalam perilaku konsumen. Aspek keterjangkauan tetap penting, tetapi kini berkembang menjadi pola konsumsi cerdas, di mana konsumen mencari keseimbangan antara nilai dan kualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan populasi konsumen muda juga menjadi peluang bagi MLBI, mengingat preferensi mereka terhadap bir beraroma serta dukungan terhadap merek yang autentik dan berkomitmen pada keberlanjutan.
Meski tidak menyebutkan target penjualan akhir tahun, MLBI tetap optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2025.
“Kami yakin berada dalam posisi yang tepat untuk mewujudkan ambisi kami sepanjang tahun dengan strategi yang solid, eksekusi yang kuat, dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika pasar,” kata Bambang.
Baca Juga: HRTA Jalin Kerja Sama dengan Sumbawa Jutaraya, Perkuat Posisi di Pasar Emas
Selanjutnya: Penyaluran Pembiayaan UMKM Bank BJB Syariah Tumbuh 218% pada Juli 2025
Menarik Dibaca: Ide Meja Rias Kamar Mandi Kecil, Mewah dan Modern untuk Rumah Minimalis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News