kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Pendapatan Putra Rajawali (PURA) Tumbuh 29,9% pada Kuartal I-2026, Ini Penopangnya


Rabu, 27 Mei 2026 / 17:59 WIB
Pendapatan Putra Rajawali (PURA) Tumbuh 29,9% pada Kuartal I-2026, Ini Penopangnya
ILUSTRASI. PT Putra Rajawali Kencana Tbk (Pura Trans) (Dok/Pura Trans)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola Pura Trans, PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) mencatatkan kinerja yang positif pada tiga bulan pertama tahun ini.

Mengacu ke laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, pendapatan PURA tumbuh 29,9% year on year (yoy) ke Rp 123,6 miliar dari Rp 95,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba bersih perusahaan juga melonjak 53,8% yoy dari Rp 2,79 miliar menjadi Rp 4,29 miliar. 

Direktur Utama Putra Rajawali Kencana, Ariel Wibisono mengungkap, peningkatan pendapatan terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas distribusi dan logistik nasional menjelang momentum Hari Raya Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Idul Fitri.

Momentum ini disebut mengakibatkan peningkatan aktivitas produksi dan distribusi pada berbagai sektor industri.

Baca Juga: Biaya Logistik Naik, Asosiasi Pengusaha Truk Minta Evaluasi Kebijakan Pelabuhan

"Sehingga permintaan pengiriman bahan baku, bahan penunjang produksi, serta komoditas industri mengalami kenaikan volume secara signifikan," kata Ariel kepada Kontan, Senin (25/5/2026).

Selain faktor permintaan musiman, peningkatan kinerja turut ditopang meningkatnya utilisasi armada pada awal tahun ini.

Ia menjelaskan, pada kuartal I-2026, PURA pengerjaan karoseri seperti flatdeck, gandengan, tangki gandengan, dan dropside yang telah mencapai 100% dari periode konstruksi sebelumnya.

Selain itu, terdapat tambahan aset tetap komersial berupa armada/peralatan melalui reklasifikasi dari aset dalam penyelesaian infrastruktur IT sebesar Rp 8,14 miliar pada kuartal pertama ini.

Dari sisi segmen, perusahaan tertopang oleh distribusi bahan baku industri, bahan setengah jadi, serta sektor kimia dan manufaktur. 

"Kami melihat peningkatan ini sebagai indikasi bahwa aktivitas supply chain domestik masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, khususnya pada sektor industri dan distribusi nasional," kata Ariel.

Untuk meningkatkan kinerja tahun ini, ia bilang perusahaan akan mengoptimalkan pembiayaan multimoda. 

Baca Juga: Kemenhub Catat 90.960 Pelanggaran ODOL, Pengusaha Truk Diminta Perkuat Kepatuhan

Selain itu, PURA akan melakukan manajemen risiko yang lebih ketat. Mengingat piutang usaha mengalami peningkatan seiring naiknya pendapatan, kata Ariel, pihaknya menerapkan kebijakan verifikasi kredit yang ketat bagi pelanggan baru. Serta, terus memantau saldo piutang guna menekan piutang tak tertagih.

Lebih lanjut, PURA akan meningkatkan captive market melalui proses identifikasi dan pemahaman pelanggan yang lebih komprehensif. Langkah ini guna memahami kebutuhan pelanggan dan mendukung pengembangan produk serta bisnis baru.

Hingga saat ini, Ariel mengungkap perusahaan belum berencana ekspansi wilayah operasi sepanjang tahun ini. Untuk diketahui, operasi utama dan fasilitas garasi PURA berada di wilayah strategis logistik meliputi Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, hingga Jakarta. 

Dengan sejumlah strategi itu, PURA menargetkan pertumbuhan kinerja tahun ini dibandingkan tahun lalu, meskipun tak memerinci besarannya. 

"Perseroan akan berusaha mempertahankan peningkatan yang konsisten seperti tahun-tahun sebelumnya," sambung Ariel.

Baca Juga: Impor Truk China Gerus Pasar Karoseri, ASKARINDO Minta Regulasi Pro Industri Lokal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×