kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.114   -75,00   -0,41%
  • IDX 5.032   112,14   2,28%
  • KOMPAS100 649   17,16   2,71%
  • LQ45 515   13,60   2,71%
  • ISSI 166   3,14   1,93%
  • IDX30 290   6,96   2,46%
  • IDXHIDIV20 390   7,86   2,06%
  • IDX80 75   1,92   2,63%
  • IDXV30 108   1,70   1,60%
  • IDXQ30 97   2,28   2,39%

Pendapatan SSIA Melonjak 44,7% hingga September 2026, Segmen Properti Jadi Penopang


Kamis, 05 November 2026 / 09:13 WIB
Pendapatan SSIA Melonjak 44,7% hingga September 2026, Segmen Properti Jadi Penopang
ILUSTRASI. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. (DOK/Surya Semesta Internusa)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Emiten ini mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 4,80 triliun hingga September 2026, meningkat 44,7% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,32

Pertumbuhan pendapatan SSIA terutama ditopang oleh kinerja segmen properti dan perhotelan. Segmen properti mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,48 triliun, meningkat 172,2% YoY dibandingkan Rp 545 miliar. 

Sementara itu, segmen perhotelan membukukan pendapatan sebesar Rp 940,9 miliar, melonjak 161,2% YoY dibandingkan Rp 360,2 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Baca Juga: Adaptasi Digital Bawa Makaroni SOS dan Trendy Spring Bed Jadi UMKM Sukses

Untuk segmen konstruksi terpantau masih mengalami perlambatan. Pendapatan segmen ini tercatat sebesar Rp 2,51 triliun, turun dibandingkan Rp 2,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan perolehan kontrak baru dibandingkan tahun sebelumnya.

VP of Investor Relations & Sustainability SSIA Erlin Budiman menyampaikan, kinerja perusahaan secara keseluruhan masih menunjukkan pertumbuhan yang solid, terutama ditopang oleh segmen properti dan perhotelan.

"Laba kotor SSIA tetap mencatatkan kinerja yang sangat baik mencapai Rp1,58 triliun, dibandingkan Rp 739,3 miliar, atau meningkat 113,9% secara tahunan (yoy),” ujar Erlin, dalam keterbukaan informasi bursa efek indonesia (BEI) pada Selasa (3/11). 

Jika diperinci, kinerja segmen properti SSIA didorong oleh pengakuan penjualan yang mencapai Rp 1,15 triliun, melonjak dibandingkan Rp 283,8 miliar pada tahun sebelumnya. Pengakuan penjualan tersebut berasal dari kawasan industri milik perusahaan, yakni Subang Smartpolitan dan Suryacipta City of Industry Karawang.

Baca Juga: SIG Perluas Pasar Bata Interlock di Indonesia Timur, Pasok Proyek Hunian di Maros

Dari sisi pemasaran, PT Suryacipta Swadaya (SCS) mencatatkan penjualan pemasaran lahan industri seluas 24 hektare, meningkat dibandingkan 18 hektare pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai pemasaran lahan tersebut mencapai Rp 477,9 miliar, naik dibandingkan Rp 352,6 miliar. Perseroan juga masih membidik tambahan pemesanan lahan pada kuartal IV-2026. 

Hingga September 2026, nilai backlog penjualan lahan SCS tercatat sebesar Rp 292,4 miliar, yang merepresentasikan lahan seluas 15,1 hektare.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor SSIA mencapai Rp 1,58 triliun, meningkat 113,9% YoY dibandingkan Rp 739,3 miliar di posisi yang sama tahun sebelumnya, .

SSIA juga mencatatkan peningkatan EBITDA yang signifikan. Hingga September 2026, EBITDA perusahaan mencapai Rp 951,5 miliar dengan margin EBITDA sebesar 19,8%. 

Capaian tersebut meningkat dibandingkan EBITDA Rp 256,7 miliar dengan margin 7,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bottom line, SSIA membukukan laba bersih sebesar Rp 344,4 miliar sepanjang periode Januari-September 2026, angka ini meningkat signifikan dari semula Rp 6,46 miliar pada posisi yang sama tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×