kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.018   55,00   0,31%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

Pengamat Properti Ungkap Sejumlah Faktor Pendorong Backlog Perumahan yang Kian Tinggi


Selasa, 01 Februari 2022 / 21:49 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan unit hunian tetap di Sulteng oleh Kementerian PUPR. Pengamat Properti Ungkap Sejumlah Faktor Pendorong Backlog Perumahan yang Kian Tinggi


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

“Untuk dapat memenuhi pasokan perumahan di kelas tersebut, maka pengembang harus jeli dalam memasok material dan faktor produksi yang biayanya terjangkau sehingga menjadi layak secara finansial. Oleh karena itu akses langsung dari pengembang ke produsen dapat membuat biaya produksi lebih efisien,” jelasnya. 

Di samping itu, yang menjadi kendala bagi pemenuhan backlog perumahan adalah sumber pendanaan bagi pembeli dan pengembang di sektor perumahan kelas menengah bawah dan bawah.

Baca Juga: Investor Asing Semakin Serius Merambah Bisnis Properti di Indonesia

Menurutnya, akses pendanaan bagi pembeli perlu diperluas dan tidak hanya mengandalkan pada sektor perbankan, lantaran banyak dari calon pembeli yang walaupun memiliki kemampuan untuk menyicil, tapi tidak bankable karena  berbagai hal, seperti misalnya mereka hanya bekerja di sektor informal.

“Begitu juga dari sisi pasokan, sumber pendanaan yg lebih terjangkau bagi pengembang dalam membangun perumahan kelas bawah, tentunya akan memberikan kemudahan bagi pengembang, sekaligus dapat memperbanyak ketersediaan pasokan perumahan,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×