kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.873   -62,00   -0,35%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pengembangan bahan bakar ramah lingkungan terus digulirkan


Selasa, 24 Juli 2018 / 19:32 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Opini - Sawit dan Mandatory Biodiesel


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program penggunaan bauran minyak sawit dalam solar sebesar 20% atau Biodiesel 20 (B20) kepada seluruh kendaraan bermesin diesel di Indonesia terus digulirkan. Terbaru ada pengembangan penggunaan bauran minyak sawit dalam solar 100% atau disebut green diesel.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, sudah ada teknologi untuk biofuel 100%, dan teknologi yang sama dengan fuel oil. Sehingga tidak mengganggu kondisi teknis dari kendaraan bermotor ataupun pembangkit dan yang lainnya.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah mendorong akan terjadi substitusi impor dengan biofuel atau biodiesel yang 100% itu sering disebut sebagai green diesel

Airlangga menjelaskan green diesel punya spesifikasi sama dengan petrodiesel. Hal itu akan dikembangkan selama empat tahun ke depan sehingga Indonesia bisa mandiri di bidang biodiesel.

"Green diesel itu standar sudah sama dengan EURO 4 tetapi proses berbeda. Kami mendorong industri biofuel meningkatkan kemampuannya menjadi Bio100. Dengan demikian nanti permintaan akan besar dan enviroment friendly," jelas Airlangga, Selasa (24/7).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×