kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Penggilingan tak hadapi kendala serap gabah


Senin, 23 Oktober 2017 / 22:14 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini harga gabah di tingkat petani masih cukup tinggi. Meski begitu, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia, Sutarto Alimoeso mengatakan penggilingan-penggilingan tidak menghadapi kendala dalam menyerap gabah dari petani.

Menurut Soetarto, situasi serapan gabah di masing-masing daerah memang berbeda, tergantung pada masa panen daerah tersebut.

Menurutnya, untuk wilayah Jawa yang panennya cukup besar saat ini terjadi di Ngawi sehingga banyak penggilingan yang memilih membeli gabah dari wilayah tersebut.

"Harga gabah kering panen sekitar Rp 5.200 -sampai Rp 5.300 rupiah per kilogram, sehingga penggilingan akan bisa untung bila menjual beras premium," tutur Soetarto, Senin (23/10).

Soetarto pun menyebutkan bahwa saat ini yang kesulitan menyerap gabah adalah Bulog dimana mereka menerapkan standar harga pembelian pemerintah beras sebesar Rp 8.030 per kg.

"Fenomena ini seperti tahun-tahun sebelumnya Bulog tidak bisa dipaksakan pengadaan pada akhir tahun," terang Soetarto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×