kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Penggunaan Prangko Turun 40%


Selasa, 14 Juli 2009 / 17:56 WIB
Penggunaan Prangko Turun 40%


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Maraknya penggunaan email dan short messages service (sms) mengakibatkan penggunaan prangko turun. Direktur Pos, Ditjen Pos dan Telekomunikasi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Inggrid R. Pandjaitan mengatakan, penggunaan prangko pada tahun ini turun 40% ketimbang tahun lalu.

"Kebanyakan prangko masih digunakan untuk kegiatan surat menyurat ke luar negeri. Jika di dalam negerinya, penggunaannya turun," ujar Inggrid di gedung Departemen Kehutanan, hari ini (14/07).

Karenanya, Depkominfo berniat menggenjot penggunaan prangko di masyarakat, khususnya untuk kaum philatelist. Meskipun surat elektronik dan sms merajalela, dirinya masih optimistis bahwa cara
konvensional seperti prangko masih layak digunakan.

Dirjen Postel menargetkan penerbitan 14 prangko baru pada tahun ini. Tiap prangko akan dicetak sebanyak 300.000 mini sheet. "itu target tahunan kami," lanjut Inggrid.

Adapun beberapa prangko yang sudah diterbitkan seperti Suramadu, ADB, dan Boscha. Penerbitan prangko baru diharapkan bisa terserap selama satu tahun. Jika tidak terserap semua, Inggrid mengatakan akan ada masa tenggang selama dua tahun. Selanjutnya, jika melewati waktu 3 tahun ternyata prangko belum habis, maka mereka akan menusnahkannya. "Bulan depan, kami akan terbitkan untuk Bunaken, sebagai sampul peringatan," lanjut Inggrid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×