kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,18   -14,64   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penguatan Nilai Tukar Dollar Menguntungkan Bagi Ekspor Mark Dynamics


Rabu, 17 April 2024 / 17:10 WIB
Penguatan Nilai Tukar Dollar Menguntungkan Bagi Ekspor Mark Dynamics
ILUSTRASI. PT Mark Dynamic Tbk (MARK)  Dok PT Mark Dynamics Tbk


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Jane Aprilyani

KONTAN.CO.ID - Menguatnya nilai tukar Dollar Amerika Serikat (USD) membawa angin segar bagi PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Maklum saja mayoritas penjualan MARK ditujukan untuk pasar ekspor.

Menguatnya dollar menjadi faktor penting yang mendukung peningkatan pendapatan dan keuntungan perusahaan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

Dari awal tahun 2024 hingga saat ini, nilai tukar dollar terhadap rupiah telah meningkat sebesar 8%, hingga saat ini menyentuh angka diatas Rp 16.000 per US$.

Dari konstribusi penjualan MARK hampir sebagian besar di tujukan untuk pasar international. Pada penjualan tahun 2023 pasar ekspor mencapai Rp 435 miliar, sedangkan penjualan lokal Rp 124 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2023, MARK juga mencatatkan margin yang cukup tebal untuk laba kotor sebesar 47% sebesar Rp 264 miliar dan margin laba bersih sebesar 28% sebesar Rp 156 miliar.

Baca Juga: Laba bersih Mark Dynamics Indonesia (MARK) tumbuh 63,85% di tahun lalu

Direktur Utama PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh, menyatakan bahwa penguatan dollar terhadap rupiah memberikan keuntungan yang signifikan bagi operasional mereka.

“Kami yang mayoritas bertransaksi menggunakan dollar Amerika tentu merasa diuntungkan. Hal ini bisa meningkatkan margin keuntungan kami secara signifikan di tahun 2024," ujar Ridwan Goh dalam pernyataan tertulis yang diterma KONTAN, Rabu (17/4).

Pada tahun 2024 manajemen Mark Dynamics menargetkan penjualan dan laba tumbuh double digit dari tahun sebelumnya, bahkan Perseroan sudah mendapatkan order dari pelanggan untuk memproduksi cetakan sarung tangan sampai dengan pertengahan tahun ini dengan nilai kontrak kurang lebih sebesar US$ 25 juta. 

Selain keuntungan dari selisih kurs, saat ini permintaan pasar global untuk produk sarung tangan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 8%-10% dibandingkan dengan tahun 2023. Kenaikan ini permintaan didorong oleh peningkatan kesadaran akan kebersihan yang terus bertumbuh.

Meskipun telah terjadi koreksi signifikan pada akhir tahun 2022, Mark Dynamics perkirakan permintaan kembali normal dan keseimbangan antara pasokan dan permintaan terjadi di tahun ini.

Baca Juga: Dollar hits 4-month lows as Sino-U.S. tensions loom

Selanjutnya: Pendapatan Berdikari Pondasi (BDKR) Naik Tahun Lalu, Begini Rekomendasi Sahamnya

Menarik Dibaca: Perbedaan Daging Merah vs Daging Putih, Mana yang Kandungan Nutrisinya Lebih Tinggi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×