kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Pengusaha kantongi Rp 1,8 miliar tiap ekspor ikan


Kamis, 12 Mei 2016 / 16:58 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Adi Wikanto

Belitung. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pengusaha dan Pemerintah Daerah Belitung melakukan ekspor perdana ikan kerapu hasil budidaya ke Hong Kong. Hasil budidaya nelayan ini akan menjadi komoditas unggulan dan diekspor setiap bulannya.

Ekspor perdana ini menjual sebanyak 15 ton ikan kerapu. Jumlah itu berasal dari sekitar 100 nelayan budidaya ikan kerapu di Belitung. Ekspor perdana menggandeng PT Sumatera Budidaya Marine dan PT Srijaya Segara Utama yang bergerak di bidang International shipping freight.

Ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri KKP No 15 tahun 2016 tentang kapal pengangkut ikan hidup hasil budidaya.

Perwakilan PT Sumatera Budidaya Marine, Syahrul, menyebut, permintaan ikan kerapu untuk diekspor ke Hongkong tidak terbatas. Hampir setiap bulan melakukan ekspor dengan jumlah 60 ton kapasitas 4 kapal induk keramba.

Ikan budidaya hasil nelayan yang diekspor hanya ikan kerapu jenis cantik, cantan dan macan. Harga jual ikan kerapu yang dieskpor ke Hongkong sebesar US$ 9 per ekor. "Omzet minimal Rp 1,8 miliar," katanya saat ekspor perdana di Pelabuhan Tanjung Rhu, Belitung, Kamis (12/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×