kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Pengusaha minta tambahan insentif ekspor-impor


Rabu, 11 Oktober 2017 / 20:13 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemudahan ekspor dan impor yang diberikan berupa sejumlah insentif oleh pemerintah dinilai masih belum optimal. Pengusaha menyatakan masih membutuhkan sejumlah kemudahan untuk memperlancar arus perdagangan dari dan luar negeri.

Erwin Taufan, Sekretaris Jenderal Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) menyatakan masih ada tumpang tindih kebijakan yang terjadi antar Kementerian/Lembaga. Penekanan waktu dwelling time yang ditujukan untuk mempermudah proses impor, menurutnya masih belum efektif.

Dia bilang, biaya logistik masih harus dikeluarkan senilai Rp 3 juta per kontainer. "Kami tetap merasa cost tak berkurang,"kata Erwin Taufan, di Jakarta, Selasa (11/10).

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengakui Pusat Logistik Berikat (PLB) sudah lebih mempermudah pemeriksaan Laporan Suveyor (LS) di dalam negeri. Namun ia meminta pemerintah memberikan lebih banyak insentif .

"Tapi selain insentif bea dan cukai , tapi kami masih perlu insentif perdagangan yang lebih banyak,"kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×