kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pengusaha perikanan minta BM pakan diturunkan


Jumat, 27 Agustus 2010 / 11:15 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Asosiasi Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) usul pada pemerintah untuk menurunkan bea masuk impor bahan pakan ternak.

"Ini untuk menghindari terjadi kenaikan harga," kata Thomas Darmawan, Ketua AP5I kepada KONTAN di Jakarta, Jumat (27/8). Thomas menyebutkan, adanya bea masuk dengan kisaran 5% untuk bahan baku ternak membuat produksi industri pakan terganggu akibat mahalnya bahan baku pakan.

Sebanyak 15% kandungan pakan ikan berasal dari kedelai yang masih diimpor dari luar negeri. Porsi yang sama, yaitu 15%, merupakan tepung ikan yang juga masih diusung dari luar negeri. Plus, MBM yang lagi-lagi masih harus didatangkan dari luar negeri.

Saat ini, kisaran harga pakan ikan berada di antara Rp 4.000-6.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×