kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.889   7,00   0,04%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Pengusaha perikanan minta BM pakan diturunkan


Jumat, 27 Agustus 2010 / 11:15 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Asosiasi Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) usul pada pemerintah untuk menurunkan bea masuk impor bahan pakan ternak.

"Ini untuk menghindari terjadi kenaikan harga," kata Thomas Darmawan, Ketua AP5I kepada KONTAN di Jakarta, Jumat (27/8). Thomas menyebutkan, adanya bea masuk dengan kisaran 5% untuk bahan baku ternak membuat produksi industri pakan terganggu akibat mahalnya bahan baku pakan.

Sebanyak 15% kandungan pakan ikan berasal dari kedelai yang masih diimpor dari luar negeri. Porsi yang sama, yaitu 15%, merupakan tepung ikan yang juga masih diusung dari luar negeri. Plus, MBM yang lagi-lagi masih harus didatangkan dari luar negeri.

Saat ini, kisaran harga pakan ikan berada di antara Rp 4.000-6.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×