kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.541.000   21.000   1,38%
  • USD/IDR 15.880   50,00   0,31%
  • IDX 7.196   54,65   0,77%
  • KOMPAS100 1.104   9,46   0,86%
  • LQ45 877   10,80   1,25%
  • ISSI 221   0,74   0,34%
  • IDX30 449   6,10   1,38%
  • IDXHIDIV20 540   5,33   1,00%
  • IDX80 127   1,26   1,00%
  • IDXV30 135   0,57   0,43%
  • IDXQ30 149   1,56   1,06%

Harga Pakan Gebuk Industri Pengolahan Perikanan


Senin, 09 Agustus 2010 / 12:44 WIB
Harga Pakan Gebuk Industri Pengolahan Perikanan


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Industri pengolahan perikanan mempersoalkan tingginya harga pakan ikan di dalam negeri. Pasalnya, harga pakan yang merangsek ini membikin industri perikanan budidaya dalam negeri menjadi tidak kompetitif.

“Perbedaan harga pakan ikan dalam negeri dibandingkan dengan China itu bisa 30%,” kata Harry Lukmito, Dewan Pengawas, Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) di Jakarta, Senin (9/8).

Harry menyebutkan, kondisi perikanan di dalam negeri tertekan akibat ongkos produksi yang tinggi. Bahkan, dibandingkan dengan China, ongkos produksi perikanan dalam negeri masih lebih mahal.

Hitung punya hitung, pakan mencuil 65% dari total biaya produksi budidaya. Itu sebabnya, budidaya perikanan tidak banyak dilirik. “Jika harga pakan ini turun, produksi perikanan tentu akan mengalami kenaikan karena banyak pelakunya,” jelasnya.

Industri hilir terimbas

Tingginya harga pakan ikan nyatanya tak hanya membuat industri perikanan budidaya harus merogoh kocek lebih dalam. Tengok saja industri hilir perikanan. Harga pakan yang tinggi membikin ongkos produksi udang dan perikanan juga ikut terkerek mumbul. Alhasil, industri perikanan dan udang juga tidak bisa berkembang.

“Jika harga kompetitif, maka industri akan membeli ikan dari nelayan dan pembudidaya itu,” kata Thomas Darmawan, Ketua Umum AP5I.

Menurut Thomas, pemerintah sebaiknya mengambil kebijakan untuk menyusutkan harga pakan. Kebijakan ini untuk bukan hanya berupa penurunan bea masuk, tetapi juga pengembangan industri di dalam negeri. “Bila pemerintah ingin menaikan produksi, maka harus diiringi dengan penyediaan pakan yang murah,” tegas Thomas.

Perlu diketahui, harga pakan di sejumlah daerah saat ini bisa mencapai Rp 8.000 per kg dan hanya beberapa daerah saja harga pakan dijual Rp 6.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Working with GenAI : Promising Use Cases HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective

[X]
×