kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.888   6,00   0,03%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

BM 0%, harga pakan ikan di Vietnam jadi lebih murah


Rabu, 25 Agustus 2010 / 16:55 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GPMT) menyayangkan tingginya harga pakan ternak, khususnya pakan ikan di Indonesia. Pasalnya, harga pakan ikan di Vietnam jauh lebih murah ketimbang pakan ikan Indonesia. Hitung punya hitung, tingginya harga pakan ikan tersebut memicu tingginya produksi pembiakan ikan di Indonesia.

“Vietnam ternyata menjual pakan lebih murah dibandingkan di Indonesia,” kata Denny Indrajaya Ketua Divisi Pakan Ikan GPMT kepada KONTAN, Rabu (25/8).

Denny menyatakan, murahnya harga pakan ikan di Vietnam tersebut bukan karena masalah efisiensi; melainkan adanya perbedaan tarif pajak yang diberlakukan. Di Vietnam, impor bahan baku ternak untuk ikan seperti kedelai, tepung ikan dan juga meat and bone meal (MBM) ke Vietnam tidak dikenakan bea masuk (BM).

Ssementara itu, di Indonesia, importir harus membayar BM sebesar 5% untuk setiap produk bahan baku pakan. “Dari sisi BM saja, kita jauh lebih mahal,” kata Denny yang mengaku sudah berkali-kali mengajukan perubahan kebijakan BM tersebut.

Menurut Denny, ikan merupakan sumber protein penting bagi masyarakat. Untuk itu ia berharap agar sumber protein tersebut tidak diganjal dengan tingginya BM.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×