kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

BM 0%, harga pakan ikan di Vietnam jadi lebih murah


Rabu, 25 Agustus 2010 / 16:55 WIB
BM 0%, harga pakan ikan di Vietnam jadi lebih murah


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GPMT) menyayangkan tingginya harga pakan ternak, khususnya pakan ikan di Indonesia. Pasalnya, harga pakan ikan di Vietnam jauh lebih murah ketimbang pakan ikan Indonesia. Hitung punya hitung, tingginya harga pakan ikan tersebut memicu tingginya produksi pembiakan ikan di Indonesia.

“Vietnam ternyata menjual pakan lebih murah dibandingkan di Indonesia,” kata Denny Indrajaya Ketua Divisi Pakan Ikan GPMT kepada KONTAN, Rabu (25/8).

Denny menyatakan, murahnya harga pakan ikan di Vietnam tersebut bukan karena masalah efisiensi; melainkan adanya perbedaan tarif pajak yang diberlakukan. Di Vietnam, impor bahan baku ternak untuk ikan seperti kedelai, tepung ikan dan juga meat and bone meal (MBM) ke Vietnam tidak dikenakan bea masuk (BM).

Ssementara itu, di Indonesia, importir harus membayar BM sebesar 5% untuk setiap produk bahan baku pakan. “Dari sisi BM saja, kita jauh lebih mahal,” kata Denny yang mengaku sudah berkali-kali mengajukan perubahan kebijakan BM tersebut.

Menurut Denny, ikan merupakan sumber protein penting bagi masyarakat. Untuk itu ia berharap agar sumber protein tersebut tidak diganjal dengan tingginya BM.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×