kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengusaha Perikanan Tak Khawatirkan Krisis Yunani


Sabtu, 29 Mei 2010 / 10:06 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Pengusaha perikanan yakin dampak krisis Eropa tidak berpengaruh bagi ekspor produk perikanan Indonesia terutama udang.

Menurutnya Iwan Sutanto Ketua Umum Shrim Club Indonesia (SCI), pasar ekspor ke Eropa hanya 10% dibandingkan dengan pasar ekspor udang ke AS yang bisa mencapai 30%. “Kalau Eropa tidak ada masalah, tapi jika AS ikut krisis baru bermasalah,” kata Iwan.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mencatat belum ada pengaruh langsung ekspor Indonesia ke Eropa, namun Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan dirinya mewaspadai dampak krisis tersebut terutama dampak dominonya. “Tidak ada pengaruhnya,” kata Mari.

Menurut Mari, pasar Eropa tahun ini belum sepenuhnya pulih, dan yang terpukul dari krisis Eropa itu salah satunya adalah China yang memiliki pangsa pasar ekspor 20% hingga 30% ke Eropa. Sedangkan pangsa Ekspor Indonesia ke Eropa hanya 13%.

“Mungkin ketergantungan kita ke pasar Eropa tidak seperti China,” jelas Mari yang akan mewaspadai dampak krisis tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×