kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Penjualan BBM Pertamina Patra Niaga Tembus 87 Juta KL per Oktober 2025


Senin, 17 November 2025 / 20:20 WIB
Penjualan BBM Pertamina Patra Niaga Tembus 87 Juta KL per Oktober 2025
ILUSTRASI. Pertamina Patra Niaga catat penjualan BBM 87 juta KL hingga Okt 2025, 41% non-subsidi. Proyeksi 106 juta KL tahun ini. Simak strateginya.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga mencatat volume penjualan bensin dan solar mencapai 87 juta kiloliter (KL) hingga Oktober 2025, mencakup penyaluran untuk segmen ritel maupun industri.

Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyebut distribusi BBM ke seluruh wilayah Indonesia dilakukan melalui 15.345 titik layanan, termasuk 573 titik program BBM Satu Harga.

“Sampai dengan Oktober 2025, volume penjualan sebanyak 87 juta KL, di mana 41% dari penjualan tersebut adalah kontribusi dari produk non-subsidi,” ujar Ega dalam RDP Komisi VII DPR RI, Senin (17/11/2025).

Baca Juga: Segera Melibatkan Pihak Ketiga, Pertamina Lakukan Pengecekan Rutin Kualitas BBM

Volume penjualan tersebut relatif sama dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk sepanjang tahun ini, proyeksi penjualan BBM Pertamina diperkirakan mencapai 106 juta KL, naik tipis dari realisasi 2024 sebesar 105 juta KL.

Pada 2025, Pertamina Patra Niaga menggenjot program strategis Subsidi Tepat untuk BBM dan LPG. Implementasi penuh penggunaan QR Code untuk pembelian Solar dan Pertalite disebut memberikan hasil signifikan.

Hingga Oktober, kuota konsumsi Solar diperkirakan terkendali di bawah 1,5% dari total kuota, sementara konsumsi Pertalite diproyeksikan berada di bawah 10% dari alokasi 2025.

Sejalan dengan upaya mendorong penggunaan BBM non-subsidi yang lebih ramah lingkungan, Pertamina Patra Niaga memperluas distribusi Pertamax Green.

Baca Juga: Kembali Beli 100.000 Barel BBM Murni dari Pertamina, BP-AKR Jelaskan Alasannya

Saat ini, produk tersebut tersedia di 168 SPBU di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Penjualan Pertamax Green tercatat tumbuh sekitar 80% dibandingkan 2024.

Di sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga saat ini mengoperasikan 231 fasilitas energi yang terdiri dari 125 terminal BBM, 32 terminal LPG, dan 74 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

Untuk distribusi BBM, perusahaan memiliki 15.345 titik layanan termasuk BBM Satu Harga yang tersebar di wilayah 3T. Adapun distribusi LPG dilakukan melalui 269.096 titik di wilayah Indonesia Barat, Tengah, dan sebagian Indonesia Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×