kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Penjualan konsentrat tembaga Amman Mineral Nusa Tenggara tidak terganggu wabah corona


Selasa, 11 Februari 2020 / 20:22 WIB
Penjualan konsentrat tembaga Amman Mineral Nusa Tenggara tidak terganggu wabah corona
ILUSTRASI. Penjualan konsentrat tembaga Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tidak terganggu wabah corona. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/Rei/Spt/14.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mengaku tidak terganggu goncangan bisnis dan perekonomian global akibat wabah virus corona yang berpusat di China.

Head of Corporate Communication AMNT Kartika Oktaviana mengatakan, penjualan konsentrat tembaga AMNT tidak terganggu lantaran anak usaha Medco Energy Group tersebut saat ini tidak memiliki kontrak tetap dengan pelanggan yang berbasis di China. 

Baca Juga: Kementerian ESDM targetkan investasi sektor tambang capai US$ 7,7 4 miliar di 2020

Kartika bilang, selama ini kontrak dengan pelanggan China berlangsung dengan porsi yang minim dan volume yang berfluktuasi.

"Kita tidak memiliki customer base di China. Market Amman Mineral yang dominan adalah ke Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan domestik Indonesia. Kalau relevansinya dengan Corona, bisa dikatakan bahwa perusahaan tidak khawatir," kata Kartika kepada Kontan.co.id, Selasa (11/2).

Kartika, AMNT belum ada rencana untuk melakukan pengiriman konsentrat tembaga ke Negeri Tirai Bambu itu. "Sejak sekarang, sampai beberapa bulan ke depan, tidak ada rencana shipment ke China," ungkapnya.

AMNT sendiri telah memperbesar serapan ke pasar domestik. Pada tahun lalu, pasokan ke pasar dalam negeri, yakni ke PT Smelting Gresik memegang porsi dominan, yakni sekitar 60% dari hasil produksi konsentrat tembaga AMNT. "Selebihnya baru ke negara-negara yang disebutkan tadi," imbuh Kartika.

Baca Juga: Produksi konsentrat Amman Mineral turun sekitar 7% di tahun 2019

Dalam pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, AMNT mengalami penurunan produksi konsentrat tembaga sepanjang tahun 2019. Realisasi produksi AMNT turun sekitar 7% dibandingkan tahun 2018.

Sayangnya, Kartika masih enggan memberikan detail angka mengenai raihan operasional yang diraih AMNT. Kartika mengklaim, penurunan produksi konsentrat ini hanya bersifat sementara. Menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi yang wajar dari fluktuasi siklus tambang.

Sebab, Kartika mengungkapkan bahwa AMNT masih mengandalkan produksi dari Tambang Batu Hijau, dan saat ini telah memasuki fase 7, yaitu tahap pengupasan batuan penutup. 

"Penurunan ini konsekuensi wajar dari fluktuasi siklus tambang dan sifatnya sementara. Memang saat ini Tambang Batu Hijau berada pada pengembangan fase 7, sehingga nantinya bisa mendapatkan ore dengan kualitas lebih baik," kata Kartika.




TERBARU

Close [X]
×